Kewirausahaan

Melihat Tren Bisnis Digital di Indonesia

Beberapa waktu belakangan ini Indonesia telah dirambah oleh berbagai macam bisnis digital. Dapat dilihat bahwa sepanjang tahun 2018 kemarin Indonesia menjadi pasar yang besar bagi pertumbuhan bisnis digtial.

Indonesia tentu saja menjadi pasar yang paling menjanjikan.

 

Pasar ekonomi digital atau biasa disebut e-commerce di Indonesia merupakan pasar yang cukup besar, begitu pula hubungannya dengan aplikasi dan fintech (financial technlogy) di Indonesia.

Indonesia dan Singapura Kuasai 10 Fintech Terbesar di Asia Tenggara

Review mengenai tren bisnis digital di Indonesia 2018, data yang saya dikutip dari google menyatakan bahwa pertumbuhan digital ekonomi Indonesia merupakan yang paling kencang dengan nilai ekonomi sebesar US$ 27M. Angka tersebut naik sebesar 49% dari tahun 2015 dan diproyeksikan pada tahun 2025 dengan diperkirakan nilainya akan bertambah menjadi sebesar US$ 100M.

Selain itu, digital ekonomi ini juga berkontibusi sebesar 2,9% terhadap GDP (Gross Domestic Product).

Begini Caranya OJK Melakukan Pengawasan ke FinTech

Angka tersebut masih terbilang kecil atau masih dibawah beberapa negara Asia Tenggara yang lain.

Contohnya, Indonesia masih kalah dengan Singapura yang nilai kontribusi digital ekonominya terhadap GDP sebesar 3,2% dan Vietnam sebesar 4,0%.

Dalam era digital seperti ini dapat dilihat pula bahwa para pelaku bisnis digital di Indonesia saat ini mulai melebarkan sayap dan mulai berekspansi ke regional. Indonesia sendiri merupakan pasar yang besar dan cepat pertumbuhannya dalam industri online media. Salah satunya yaitu online travel, bisnis digital dalam bidang ini merupakan bisnis terbesaryang ada di kawasan Asia Tenggara. Contohnya, Traveloka telah berekspansi ke Thailand dan Vietnam.

Selain itu, Indonesia juga merupakan tempat persaingan sengit bagi beberapa pemain besar di bidang bisnis digital diantaranya adalah GOJEK dan GRAB. Di sini, kedua nama tersebut bersaing menjadi “an everyday app” yaitu aplikasi yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

GOJEK sendiri pun kini juga sudah mulai berekspansi ke negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti yang dilakukan oleh Traveloka. Persaingan antara kedua nama bisnis online tersebut terjadi pada beberapa kategori pelayanan utama yaitu online transport dan food delivery.

Namun sekarang persaingan tersebut bergeser pula pada pelayanan digital payment. Digital payment itu sendiri pun akan bergerak pada funding, investmen, bahkan insurance.Untuk funding, segmen online transport merupakan segmen yang mendapat investment paling besar.

Menariknya fintech yang ada di Indonesia merupakan salah satu faktor pendorong yang kuat untuk para pemain bisnis digital online transport untuk merambah dalam bidang digital payment.

 

Menurut data dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terdapat 73 perusahaan yang tercatat menjalankan bisnis digital payment ini.

Seiring berjalannya waktu, digital payment akan semakin diminati oleh para customer karena praktis dan efektif bagi para customer dalam melakukan pembayaran. Persaingan sengit antarperusahaan yang bergerak dalam digital payment saat ini sudah dapat kita rasakan.

Salah satunya yaitu bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut bersaing memberkan diskon atau cashback pada customer saat mereka melakukan transaksi.

Satu hal yang terpenting dan paling menjanjikan dari Indonesia bagi kita yang ingin mendirikan bisnis digital yaitu adanya 150 juta pengguna internet.

Dan hal tersebut pasti akan selalu berkembang karena adanya pemikiran mayarakat mengenai manfaat internet serta pengaruh dari maanfaat layanan yang diberikan oleh online media. (*)

Share: