ID EN AR

Berita

UMS Rappang dan PKBM Assikolaki Cetak Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Olahan Produk Unggas

SIDRAP – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assikolaki Formasi Mallomo bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar pelatihan pengolahan produk unggas bagi ibu rumah tangga dan remaja putri di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (22/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang itu merupakan bagian dari program Tailor Made Training Pengolahan Produk Unggas hasil kerja sama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Pangkep, Kementerian Ketenaga Kerjaan RI dengan Yayasan Formasi Mallomo.

Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yang akan berlangsung selama 10 hari. Selama pelatihan, peserta dibekali teori dan praktik pengolahan produk unggas hingga dipersiapkan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat kompetensi.

Kegiatan pembukaan dihadiri Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si, Ketua Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., yang juga bertindak sebagai instruktur utama, serta Lurah Maccorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Arwang, S.E., M.A.P.

Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk melahirkan peserta yang benar-benar memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

“Pelatihan ini berbasis kompetensi. Harapannya peserta benar-benar memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan di masyarakat, baik menjadi pelaku usaha maupun tenaga pengajar. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan karena manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai Laboratorium Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang memiliki fasilitas dan tenaga pengajar yang kompeten sehingga mampu menghasilkan lulusan pelatihan yang berkualitas.

“Kami percaya kualitas instruktur dan dosen di Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang tidak kalah dengan institusi lain. Karena itu kami berharap seluruh pengalaman dan keterampilan yang dimiliki para instruktur dapat ditransfer kepada peserta,” katanya.

Dr. Rais mengungkapkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan sangat tinggi. Namun, kuota peserta pada angkatan kedua masih dibatasi sebanyak 16 orang sesuai ketentuan program.

“Ke depan kami berharap jumlah angkatan bisa ditambah. Setelah program dari kementerian selesai, Yayasan Formasi Mallomo juga akan berupaya melanjutkan kegiatan ini secara mandiri agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Maccorawalie, Arwang, SE,.M.A.P menilai pelatihan tersebut sejalan dengan potensi Kabupaten Sidrap sebagai salah satu sentra peternakan unggas di Sulawesi Selatan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mendorong lahirnya pelaku UMKM baru. Sidrap terkenal dengan produksi telur dan unggasnya. Melalui pelatihan ini masyarakat belajar mengolah telur maupun daging unggas menjadi berbagai produk bernilai tambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Menurut Arwang, pengembangan usaha berbasis potensi lokal juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, Ketua Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua dari kerja sama antara Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang dengan PKBM Assikolaki Yayasan Formasi Mallomo.

“Ini merupakan angkatan kedua. Sebelumnya pelatihan serupa telah dilaksanakan pada Juni lalu dengan jumlah peserta yang sama, yakni 16 orang,” katanya.

Chef Damayanti menjelaskan selama 10 hari peserta akan mengikuti tiga unit kompetensi utama, yakni penerapan higiene dan sanitasi, kebersihan area kerja dan peralatan, teknik dasar memasak, serta pengolahan produk unggas.

“Setelah seluruh materi selesai, peserta akan mengikuti uji kompetensi. Jika dinyatakan kompeten, mereka akan memperoleh sertifikat kompetensi yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pelatihan angkatan pertama mendapat respons positif. Para peserta berhasil menghasilkan 12 produk olahan unggas yang dipamerkan pada akhir kegiatan dan memperoleh apresiasi dari para pengunjung.

“Kami berharap pelatihan angkatan kedua ini juga mampu melahirkan produk-produk inovatif sekaligus mencetak wirausaha baru yang dapat mengembangkan potensi unggas sebagai komoditas unggulan Kabupaten Sidrap,” pungkasnya.(*)

(https://wanua.milenialtoday.com/2026/07/22/lewat-program-kementerian-ums-rappang-dan-pkbm-assikolaki-cetak-wirausaha-baru-melalui-pelatihan-olahan-produk-unggas/)

Masuki Fase III Hilirisasi Riset, UMS Rappang Gelar FGD dan Pelatihan Pengelola TPS3R

SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus mematangkan Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2026 melalui pengembangan digitalisasi tata kelola sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rappang Bersinar, Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Memasuki fase ketiga pelaksanaan, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengumpulan data awal yang dirangkaikan dengan pelatihan pengelolaan sampah bagi pengelola TPS3R, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Camat Panca Rijang, Faradilla Bakry, SKM., M.Si. Hadir pula Wakil Rektor II UMS Rappang Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si. mewakili Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Ketua Tim Peneliti Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., mewakili industry TPS3R Formasil Mallomo Dr. Abdul Jabbar, unsur Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Sidrap yakni sekretaris Dinas Ilham Sunarto, S.STP., Ketua TP PKK Kecamatan Panca Rijang, Lurah Rappang, pengelola TPS3R, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan pengumpulan data penelitian sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam Program Hilirisasi Riset yang didanai Kementerian Pendidikan.

Menurut Dr.Rais, saat ini TPS3R Rappang Bersinar telah melayani sekitar 500 pelanggan dengan rata-rata volume sampah yang dikelola mencapai 500 kilogram atau setengah ton per hari. Pengangkutan sampah dilakukan dua kali dalam sepekan untuk setiap rumahnya, dengan pembagian layanan ke dalam tiga zona, yakni wilayah utara, tengah, dan selatan Kelurahan Rappang.

“Target kami ke depan adalah meningkatkan jumlah pelanggan menjadi 1.000 pelanggan. Namun, hal itu membutuhkan tambahan satu unit armada pengangkut beserta tiga tenaga operasional, termasuk sopir. Kami berharap pelatihan ini juga dapat melahirkan tenaga kerja baru yang nantinya direkrut untuk mendukung operasional TPS3R,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah kapasitas armada bertambah, layanan TPS3R ditargetkan tidak hanya melayani Kelurahan Rappang, tetapi juga menjangkau tiga kelurahan di Kecamatan Panca Rijang.

“Kalau cakupan layanan sudah mencapai tiga kelurahan, volume sampah yang dapat dikelola diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1,5 ton per hari. Saat ini TPS3R juga telah memiliki satu mesin pencacah dan kedepan akan menghadirkan mesin pencacah yang dilengkapi dengan conveyor yang nantinya dimanfaatkan untuk menghasilkan cacahan atau serbuk plastik sebagai bahan baku daur ulang,” jelasnya.

Dalam program hiliriset tersebut, tim peneliti mengembangkan inovasi Pappulung Aroppoe, yaitu model pengelolaan sampah yang diintegrasikan dengan aplikasi digital berbasis Model Rais-MR3 guna mendukung sistem layanan pengangkutan sampah yang lebih efektif, terjadwal, dan berbasis data.

“Hari ini kami melaksanakan FGD pengumpulan data sekaligus pelatihan kepada para pengelola sampah. Program ini bertujuan mengintegrasikan aplikasi digital dengan Model Pappulung Aroppoe sehingga tata kelola sampah menjadi lebih modern, efisien, dan terukur,” katanya.

Ia mengungkapkan, program ini kini telah memasuki fase ketiga setelah dua tahapan sebelumnya berhasil diselesaikan. Pada tahap ini, tim akan melakukan uji coba aplikasi yang telah dikembangkan.

“InsyaAllah pekan depan aplikasi yang terintegrasi dengan Model Rais-MR3 mulai diuji coba sekaligus dilakukan proses commissioning di TPS3R Rappang Bersinar,” ungkapnya.

Selain menghadirkan inovasi teknologi, program hilirisasi tersebut juga difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelola TPS3R melalui berbagai pelatihan. Harapannya, para pengelola mampu menjadi agen perubahan yang mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Sementara itu, Camat Panca Rijang Faradilla Bakry mengapresiasi pelaksanaan Program Hilirisasi Riset yang dinilai menjadi solusi nyata dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di Kecamatan Panca Rijang,” katanya.

Faradilla menambahkan, keberadaan TPS3R Rappang Bersinar selama ini telah membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah di Kelurahan Rappang. Namun, meningkatnya volume sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik, menuntut hadirnya inovasi dan sistem pengelolaan yang lebih modern.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sidenreng Rappang, Ilham Sunarto, S.STP., mengapresiasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan yang digelar tim peneliti UMS Rappang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern.

“Program ini sangat baik karena tidak hanya menghadirkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas para pengelola TPS3R melalui FGD dan pelatihan. Kami berharap aplikasi digital yang dikembangkan nantinya dapat mendukung pelayanan persampahan yang lebih efektif, tertata, dan mudah diakses masyarakat,” ujar Ilham. implementasi hasil riset tersebut agar dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi model pengelolaan sampah di wilayah lain.

“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan. Hilirisasi riset perguruan tinggi ini sangat mendukung program Bupati yakni Sidrap bersih,” ujarnya.

Mewakili industri, Direktur TPS3R Rappang Bersinar Dr. Abdul Jabbar, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan tim peneliti UMS Rappang melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas 2026. Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan sampah berbasis teknologi di Kabupaten Sidenreng Rappang.

“Selama ini kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran program hilirisasi riset dari UMS Rappang memberikan nilai tambah karena tidak hanya menghadirkan inovasi digital, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui FGD dan pelatihan,” ujarnya.

Program bertajuk “Hilirisasi Tata Kelola Digital TPS3R Mitra Formasi Mallomo melalui Penguatan Model Rais-MR3 untuk Layanan Sampah Terjadwal” diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si. dengan anggota tim Dr. Sandi Lubis, S.IP., M.AP., Aksal Mursalat, S.P., M.Si., Muhammad Bibin, S.Pi., M.Si., Dr. H. Hakzah, S.T., M.T., Ir. Untung Suwardoyo, S.Kom., M.T., IPP., serta Dr. Abdul Jabbar, S.IP., M.Si.

Program tersebut menjadi salah satu riset unggulan UMS Rappang yang berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan. Melalui program ini, UMS Rappang berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat untuk mendukung digitalisasi tata kelola sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan di Kabupaten Sidenreng Rappang.

(https://wanua.milenialtoday.com/2026/07/22/masuki-fase-iii-hilirisasi-riset-ums-rappang-gelar-fgd-dan-pelatihan-pengelola-tps3r/)

Dosen UMS Rappang, UM Kendari, & NEUST Filipina Kolaborasi Publikasi Jurnal Pengabdian Internasional

SIDRAP–Dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), dan Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, berhasil memperkuat kerja sama akademik internasional melalui publikasi artikel pengabdian kepada masyarakat.

Artikel berjudul “Penguatan Peran Alih Kode Pendidik sebagai Strategi Pedagogis dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa di MTs Negeri 3 Konawe Selatan” diterbitkan pada AbdIBA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 3, Nomor 2, Juni 2026, halaman 48–60 dengan DOI: [https://doi.org/10.35449/abdiba.v3i2.1208](https://doi.org/10.35449/abdiba.v3i2.1208).

Artikel tersebut merupakan hasil kolaborasi akademik yang melibatkan Ahmad Junandar, Andi Rachmawati Syarif, Yuliyanah Sain, dan Maulina Maulina dari Universitas Muhammadiyah Kendari; Sam Hermansyah dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang; serta Mark Ren D. Villaflor dari Nueva Ecija University of Science and Technology, Filipina.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penguatan peran alih kode (code switching) sebagai strategi pedagogis dalam pembelajaran Bahasa Inggris di MTs Negeri 3 Konawe Selatan. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan strategi pembelajaran yang adaptif dan komunikatif, terutama dalam konteks pendidikan bilingual, sehingga siswa dapat memahami materi secara lebih efektif.

Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, tim pengabdian melakukan pengamatan dan dokumentasi selama proses pembelajaran yang melibatkan guru Bahasa Inggris dan siswa kelas VIII. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan alih kode dilakukan dalam beberapa bentuk, yaitu inter-sentential switching, intra-sentential switching, dan code mixing.

Implementasi strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa 90 persen siswa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, 85 persen mengalami peningkatan pemahaman materi, 80 persen menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dalam merespons pertanyaan maupun instruksi, serta 78 persen mengalami peningkatan keterlibatan dalam diskusi kelas.

Temuan ini membuktikan bahwa alih kode tidak hanya menjadi sarana komunikasi antara pendidik dan peserta didik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai strategi pedagogis yang mendukung pembelajaran lebih inklusif, interaktif, dan berpusat pada kebutuhan siswa.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Prof.Dr.H .Jamaluddin Ahmad,S.Sos,.M.Si menyampaikan apresiasi atas capaian kolaborasi akademik tersebut. Menurutnya, keterlibatan dosen UMS Rappang dalam publikasi internasional bersama perguruan tinggi nasional dan luar negeri menjadi bukti komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik internasional serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan pendidikan. Kami berharap para dosen UMS Rappang terus memperkuat kerja sama lintas institusi dan menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor UMS Rappang.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin memberikan apresiasi terhadap sinergi dosen dalam menghasilkan karya pengabdian yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. Rektor berharap kolaborasi ini dapat menjadi model pengembangan kerja sama akademik yang berkelanjutan.

“Publikasi bersama ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan. Kami berharap kerja sama dengan UMS Rappang dan mitra internasional seperti Nueva Ecija University of Science and Technology dapat terus berkembang, tidak hanya dalam publikasi ilmiah, tetapi juga dalam penelitian, pengabdian, dan pengembangan kapasitas dosen,” ungkap Rektor UM Kendari.

Kolaborasi antara UMS Rappang, UM Kendari, dan NEUST Filipina menjadi salah satu bentuk implementasi internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan jejaring akademik, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis inovasi pendidikan.

Melalui kegiatan ini, ketiga institusi menunjukkan komitmen bersama untuk terus menghadirkan solusi pendidikan yang inovatif, memperluas dampak pengabdian masyarakat, dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional.

(https://wanua.milenialtoday.com/2026/07/22/dosen-ums-rappang-um-kendari-dan-neust-filipina-kolaborasi-publikasi-jurnal-pengabdian-internasional/)

Mahasiswa KKN UMS Rappang Turut Sukseskan Panen Perdana IP 300 di Bila Riase

SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Posko Desa Bila Riase turut berperan dalam menyukseskan Panen Perdana Program Indeks Pertanaman (IP) 300 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, itu menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan sistem tanam tiga kali setahun atau IP 300. Selain mengikuti rangkaian acara, mahasiswa KKN juga membantu berbagai kebutuhan teknis selama pelaksanaan kegiatan karena lokasi panen berada di sekitar posko KKN mereka.

Sekretaris KKN Posko Bila Riase, Selvi, mengatakan seluruh mahasiswa terlibat dalam membantu kelancaran acara sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Karena kegiatan ini dilaksanakan di wilayah KKN kami, kami merasa seperti menjadi tuan rumah. Lokasinya juga dekat dengan posko, sehingga kami ikut membantu berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung,” ujar Selvi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMS Rappang.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa KKN merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam memahami pembangunan sektor pertanian secara langsung di tengah masyarakat.

Panen perdana tersebut dihadiri Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D. (Honoris Causa), anggota DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang Dapil IV, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidenreng Rappang, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, para kepala OPD, Camat Pitu Riase, Forkopimcam, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Pitu Riase, Ketua KTNA, para ketua kelompok tani beserta anggotanya, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Camat Pitu Riase, Andi Mukti Ali, S.E., M.Adm.Pemb. Ia mengapresiasi terselenggaranya panen perdana sebagai wujud sinergi pemerintah dan petani dalam meningkatkan produksi pertanian di Kecamatan Pitu Riase.

Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa penerapan IP 300 merupakan salah satu strategi meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas padi. Program ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sidenreng Rappang.

Usai memberikan arahan, Bupati bersama rombongan menuju areal persawahan untuk melaksanakan prosesi Panen Perdana IP 300 menggunakan mesin panen combine harvester. Prosesi tersebut menandai dimulainya panen pada lahan seluas sekitar 30 hektare yang menerapkan sistem tanam IP 300 di Desa Bila Riase.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang berharap penerapan IP 300 dapat terus diperluas di berbagai wilayah sehingga semakin meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat posisi Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.

Partisipasi mahasiswa KKN UMS Rappang dalam kegiatan ini menjadi wujud implementasi pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya membantu menyukseskan agenda pemerintah daerah, tetapi juga mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.

(https://wanua.milenialtoday.com/2026/07/21/mahasiswa-kkn-ums-rappang-turut-sukseskan-panen-perdana-ip-300-di-bila-riase/)

Perkuat Tridarma hingga Pelindungan Kekayaan Intelektual, UMS Rappang&Kemenkum Sulsel JalinKerjasama

SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) memperkuat komitmennya dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi dengan menjalin kerja sama bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) bagi sivitas akademika.

Perjanjian kerja sama itu ditandatangani Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, S.Sos., S.H., M.H., di Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (21/5/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran serta pemahaman mengenai pentingnya pelindungan hukum terhadap hasil pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, karya-karya yang dihasilkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga unit kerja di lingkungan UMS Rappang diharapkan tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga memperoleh pelindungan hukum serta memiliki nilai manfaat bagi masyarakat, institusi, dan pengembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual, penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sosialisasi, diseminasi, pengkajian, hingga pengembangan inovasi sosial.

Selain itu, kedua belah pihak juga akan bersinergi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kekayaan intelektual, penguatan kelembagaan Sentra Kekayaan Intelektual UMS Rappang, pertukaran data dan informasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta membuka peluang magang mahasiswa di Pos Bantuan Hukum (Posbankum).

Kepala Lembaga Kerja Sama UMS Rappang, Syahrir L., S.Pd., M.Pd., mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya universitas memperluas jejaring kelembagaan sekaligus memastikan setiap kemitraan memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Kerja sama ini tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program-program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Kami berharap sinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya kekayaan intelektual, mulai dari proses identifikasi karya, pendampingan, pendaftaran, hingga pemanfaatannya,” ujar Syahrir

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki potensi besar menghasilkan karya ilmiah, bahan ajar, inovasi teknologi, desain, produk kreatif, serta berbagai hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, seluruh karya tersebut perlu dikelola secara sistematis agar memperoleh kepastian dan pelindungan hukum.

“UMS Rappang terus mendorong dosen dan mahasiswa agar tidak hanya produktif menghasilkan karya, tetapi juga memahami nilai hukum, akademik, sosial, dan ekonomi dari karya tersebut. Melalui pendampingan dari Kementerian Hukum, kami optimistis pengelolaan kekayaan intelektual di lingkungan universitas dapat semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Dalam implementasinya, kedua institusi akan menyusun rencana kerja sebagai pedoman pelaksanaan program, lengkap dengan mekanisme, pembagian tugas, serta penunjukan penanggung jawab di masing-masing pihak.

Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Selatan akan memberikan dukungan berupa narasumber, konsultasi, bimbingan teknis, asistensi pendaftaran kekayaan intelektual, hingga penguatan kapasitas pengelola Sentra Kekayaan Intelektual. Sementara UMS Rappang menyiapkan sumber daya manusia, sarana prasarana, dukungan operasional, serta partisipasi aktif sivitas akademika dalam setiap program yang dijalankan.

Perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Evaluasi pelaksanaan akan dilakukan secara berkala, sedikitnya satu kali setiap tahun, guna memastikan seluruh program berjalan efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Melalui kerja sama tersebut, UMS Rappang menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, produktif, sadar hukum, serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan masyarakat.

(https://wanua.milenialtoday.com/2026/07/21/perkuat-tridarma-hingga-pelindungan-kekayaan-intelektual-ums-rappang-dan-kemenkum-sulsel-jalin-kerjasama/)

UMS Rappang Pacu Peningkatan Mutu, BPM Siapkan Audit Internal hingga Pendampingan Akreditasi

SIDRAP – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar rapat rutin bulanan untuk membahas sejumlah program prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan penjaminan mutu di lingkungan kampus.

Rapat berlangsung di Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Senin (20/7/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua BPM UMS Rappang, Dr. Aswadi, S.Pd., M.Pd., serta diikuti para koordinator divisi di lingkungan Badan Penjaminan Mutu.

Dalam rapat tersebut, masing-masing divisi memaparkan capaian program sekaligus menyusun langkah strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Usai rapat, Dr. Aswadi mengatakan pertemuan rutin tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus koordinasi untuk memastikan seluruh program kerja BPM berjalan sesuai target.

“Rapat ini membahas berbagai program kerja Badan Penjaminan Mutu. Kami memiliki beberapa divisi yang masing-masing mempersiapkan agenda prioritas sesuai bidangnya,” ujar Aswadi.

Ia menjelaskan, Divisi Penjaminan Mutu Internal tengah mempersiapkan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Selain itu, divisi tersebut juga membahas pelaksanaan survei kepuasan mahasiswa serta program tracer study sebagai bagian dari evaluasi kualitas layanan dan lulusan.

Sementara itu, Divisi Penjaminan Mutu Eksternal memfokuskan pembahasan pada pendampingan sejumlah program studi yang akan menghadapi proses reakreditasi dalam waktu dekat.

“Beberapa program studi akan memasuki masa berakhirnya akreditasi sehingga diperlukan pendampingan secara maksimal agar proses akreditasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” katanya.

Di sisi lain, Divisi Audit Keuangan juga mulai menyiapkan pelaksanaan audit keuangan internal dan audit aset yang dilakukan secara berkala sebagai bentuk penguatan tata kelola universitas yang akuntabel dan transparan.

Menurut Dr. Aswadi, rapat koordinasi seperti ini merupakan agenda rutin BPM UMS Rappang yang dilaksanakan setiap bulan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menetapkan prioritas kerja pada bulan berikutnya.

“Setiap bulan kami melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan, kemudian menyusun program-program prioritas yang akan dijalankan pada bulan selanjutnya agar seluruh target dapat tercapai,” jelasnya.

Ia berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal sehingga mampu memperkuat sistem penjaminan mutu di UMS Rappang.

“Harapan kami, seluruh program yang telah disusun dapat berjalan dengan baik. BPM akan terus mengawal peningkatan mutu di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang agar budaya mutu semakin kuat,” tutupnya.

(https://wanua.milenialtoday.com/2026/07/20/ums-rappang-pacu-peningkatan-mutu-bpm-siapkan-audit-internal-hingga-pendampingan-akreditasi/)

Diuji 7 Profesor dan 4 Associate Professor, 10 Kandidat Doktor UMS Rappang Jalani Seminar Proposal

Makassar, – Sebanyak 10 mahasiswa Program Doktor (S3) Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjalani Seminar Proposal Disertasi. Seminar ini menjadi perhatian karena seluruh peserta diuji oleh 11 akademisi senior yang terdiri atas 7 profesor dan 4 associate professor, sebuah komposisi penguji yang relatif jarang ditemui dalam proses seminar proposal doktoral.

Seminar proposal merupakan tahapan wajib yang harus dilalui mahasiswa sebelum memasuki penelitian disertasi. Pada tahap ini, peserta mempresentasikan rancangan penelitian untuk memperoleh penilaian mengenai rumusan masalah, landasan teori, metodologi, hingga unsur kebaruan (novelty) yang akan dikembangkan dalam disertasi.

Tim penguji dipimpin Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., didampingi Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si.,
Penguji internal terdiri atas Prof. Dr. Hj. Nurjannah Nonci, Prof. Dr. Muliani, S.M., M.Si., Prof. Dr. Apriana Toding, M.Eng.Sc., Ph.D. Prof Dr Umar Conge S. S. Sos, M. Si, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir., Assoc Prof Dr Andi Astinah Adnan SS, Prof Assoc Dr Apt Pratiwi Ramlan SS M. Si Sementara penguji eksternal berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, yakni Prof. Dr. Marwan Effendy, S.T., M.T., Ph.D., Guru Besar Teknik Mesin, dan Prof. Drs. M. Farid Wajdi, M.M., Ph.D., Guru Besar Ilmu Manajemen sekaligus Direktur Sekolah Pascasarjana.

Adapun mahasiswa yang mengikuti seminar proposal adalah H. Syaharuddin Alrif, Herwin, Adli Lukman, dr. Eddy Arsyad, Hj. Ema Amaliah, Ahmad, Andi Mulyadi, Kamaruddin Sellang, Uli Nuha, dan M. Hatta. Masing-masing mempresentasikan proposal penelitian yang mengangkat isu strategis administrasi publik, mulai dari reformasi birokrasi, tata kelola pemerintahan, transformasi digital, inovasi pelayanan publik, collaborative governance, hingga penguatan kelembagaan.

Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, mengatakan seminar proposal menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap penelitian doktor memiliki kualitas akademik yang memadai sebelum dilanjutkan ke tahap penelitian lapangan.

"Setiap proposal harus memiliki dasar teori yang kuat, metodologi yang tepat, dan menawarkan kebaruan yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu Administrasi Publik maupun penyelesaian persoalan publik," ujarnya.

Wakil Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, menambahkan bahwa keterlibatan profesor dan penguji eksternal merupakan bagian dari upaya menjaga standar mutu akademik Program Doktor.

Menurutnya, masukan dari para penguji menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menyempurnakan proposal sehingga penelitian yang dilakukan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki relevansi terhadap kebutuhan pembangunan dan praktik pemerintahan.

Sepanjang seminar, diskusi berlangsung intensif dengan berbagai masukan terkait ketajaman rumusan masalah, penguatan kerangka konseptual, pemilihan metodologi, serta kontribusi teoritis dan praktis dari setiap penelitian.

Kehadiran 7 profesor dan 4 associate professor dalam satu forum seminar proposal doktoral menjadi salah satu kekuatan akademik yang ditampilkan UMS Rappang dalam menjaga kualitas pendidikan doktor. Melalui proses evaluasi yang melibatkan akademisi internal dan eksternal, universitas tersebut terus mendorong lahirnya disertasi yang inovatif, berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Administrasi Publik serta perbaikan tata kelola pemerintahan.

(https://parepos.fajar.co.id/2026/07/20/diuji-7-profesor-dan-4-associate-professor-10-kandidat-doktor-ums-rappang-jalani-seminar-proposal-disertasi/?page=all)

Profesor UMS Rappang Bedah Proposal Disertasi 10 Calon Doktor Administrasi Publik

Makassar, – Sebanyak 10 mahasiswa Program Doktor (S3) Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti Kolokium Disertasi . Forum akademik tersebut menjadi tahapan penting untuk menguji kelayakan proposal disertasi sebelum mahasiswa memasuki proses penelitian.

Sepuluh peserta yang mengikuti kolokium masing-masing H. Syaharuddin Alrif, Herwin, Adli Lukman, dr. Eddy Arsyad, Hj. Ema Amaliah, Ahmad, Andi Mulyadi, Kamaruddin Sellang, Uli Nuha, dan M. Hatta. Mereka mempresentasikan rancangan penelitian di hadapan tim guru besar dan penguji guna memperoleh masukan terkait penguatan teori, metodologi, serta kebaruan penelitian.

Kolokium dipimpin Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., didampingi Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Andi Astinah Adnan, S.S., serta tim guru besar yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Nurjannah Nonci, Prof. Dr. Muliani, S.M., M.Si., dan Prof. Dr. Apriana Toding, M.Eng.Sc., Ph.D. Turut hadir sebagai penguji Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir.

Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, mengatakan kolokium merupakan mekanisme akademik untuk memastikan setiap disertasi memiliki kualitas ilmiah yang kuat serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Administrasi Publik.

"Kolokium bukan sekadar presentasi proposal, tetapi ruang akademik untuk menguji ketajaman berpikir, memperkuat metodologi, dan memastikan setiap penelitian memiliki kebaruan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan tata kelola pemerintahan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, menegaskan bahwa setiap calon doktor dituntut menghasilkan penelitian yang relevan dengan tantangan administrasi publik saat ini. 

"Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh masukan langsung dari para profesor sehingga penelitian yang dilakukan lebih terarah, memiliki kualitas akademik yang tinggi, dan memberikan manfaat bagi pengembangan kebijakan publik," katanya.

Selama kolokium berlangsung, para peserta mendapat berbagai catatan dan rekomendasi dari tim penguji. Isu yang diangkat dalam proposal disertasi mencakup reformasi birokrasi, transformasi digital pemerintahan, tata kelola kolaboratif, inovasi pelayanan publik, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan kebijakan publik.

Kolokium disertasi tersebut menjadi lanjutan dari rangkaian akademik Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang setelah pelaksanaan Ujian Prelium sehari sebelumnya. Melalui tahapan ini, universitas berharap para mahasiswa mampu menghasilkan disertasi yang memenuhi standar akademik, memiliki nilai kebaruan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik penyelenggaraan pemerintahan,

(https://parepos.fajar.co.id/2026/07/19/profesor-ums-rappang-bedah-proposal-disertasi-10-calon-doktor-administrasi-publik/?page=all)

UMS Rappang dan PT Biota Plus Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Link and Match Perguruan Tinggi

Makassar, – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Biota Plus melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Hotel Dalton Makassar, Ahad (19/7).

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Kerja sama tersebut meliputi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, penyelenggaraan program magang mahasiswa, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kompetensi lulusan agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si, mengatakan kemitraan dengan sektor industri merupakan langkah penting untuk menghadirkan proses pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan teknologi. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam berbagai program yang memberikan pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kami berharap kerja sama ini menghasilkan berbagai program yang berdampak langsung bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Jamaluddin.

Sementara itu, Owner PT Biota Plus, Hj. Waode Fatmawati Fattah, S.Pt, menyatakan pihaknya siap mendukung implementasi berbagai program yang telah disepakati, termasuk penyediaan kesempatan magang, pelatihan, dan kegiatan kolaboratif lainnya. 

Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi faktor penting dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja.

Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak juga berkomitmen memperluas kolaborasi dalam pengembangan riset terapan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

Penandatanganan MoU ini menjadi salah satu langkah UMS Rappang dalam memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai sektor strategis sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

(https://parepos.fajar.co.id/2026/07/19/ums-rappang-dan-pt-biota-plus-jalin-kerja-sama-strategis-perkuat-link-and-match-perguruan-tinggi-dengan-industri/?page=all)

10 Kandidat Doktor Administrasi Publik UMS Rappang Jalani Ujian Prelium, Siap Masuk Tahap Simpro

Makassar  — Sebanyak 10 mahasiswa Program Doktor (S3) Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjalani Ujian Prelium di Hotel Dalton Makassar, Jumat (17/7/2026).

Ujian tersebut menjadi salah satu tahapan wajib yang harus dilalui mahasiswa sebelum memasuki proses Seminar Proposal (Simpro) disertasi.

Kegiatan akademik ini dipimpin langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas dan tim penguji. Hadir pula Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Andi Astinah Adnan, S.S., serta para guru besar Program Doktor Administrasi Publik, yakni Prof. Dr. Hj. Nurjannah Nonci, Prof. Dr. Muliani, S.M., M.Si., dan Prof. Dr. Apriani Sampetoding. Dr. Ahmad Mustanir turut bergabung sebagai penguji.

Sepuluh peserta yang mengikuti ujian tersebut adalah H. Syaharuddin Alrif, Herwin, Adli Lukman, dr. Eddy Arsyad, Hj. Eama Amaliah, Ahmad, Andi Mulyadi, Kamaruddin Sellang, Uli Nuha, dan M. Hatta.
Selama ujian, peserta diuji mengenai penguasaan filsafat ilmu, teori administrasi publik, metodologi penelitian, serta kemampuan menganalisis isu-isu strategis yang akan menjadi dasar penelitian disertasi.

Tim penguji juga memberikan sejumlah masukan untuk memperkuat kerangka konseptual dan metodologi penelitian masing-masing peserta.
Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, mengatakan Ujian Prelium merupakan instrumen penting untuk memastikan kesiapan akademik mahasiswa sebelum memasuki tahapan penelitian.

"Melalui Ujian Prelium, kami memastikan setiap mahasiswa memiliki landasan teori yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan metodologis dalam menyusun disertasi. Kami berharap penelitian yang dihasilkan mampu menghadirkan kebaruan ilmiah dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan publik," ujarnya.

Menurutnya, Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang terus memperkuat kualitas pendidikan doktoral dengan mendorong lahirnya riset yang inovatif, aplikatif, dan memiliki dampak bagi pengembangan ilmu administrasi publik maupun tata kelola pemerintahan.

Pelaksanaan ujian berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Para peserta memaparkan pemahaman keilmuan sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dari tim penguji sebagai bagian dari evaluasi kompetensi akademik.

Melalui tahapan ini, Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui proses evaluasi yang objektif dan berstandar akademik. Lulusan yang dihasilkan diharapkan memiliki kapasitas riset yang kuat, integritas akademik, serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional.

(https://parepos.fajar.co.id/2026/07/18/10-kandidat-doktor-administrasi-publik-ums-rappang-jalani-ujian-prelium-siap-masuk-tahap-simpro-disertasi/?page=all)