ID EN AR

Berita

Perkuat Kolaborasi, UMSRappang Siap Kawal Program Digitalisasi dan Sertifikasi Tanah Wakaf di Sidrap

SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama, Senin (23/2/2026). Penandatanganan berlangsung di Kantor BPN Sidrap dan dilakukan langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si, bersama Kepala BPN Sidrap, Ir. Taufik, S.T., M.H., M.Si. Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Rektor IV UMS Rappang Dr. Drs. H. Syamsu T, S.Pd., M.Pd., Kepala Bagian Kerja Sama UMS Rappang Syahrir L., S.Pd., M.Pd., serta jajaran BPN Sidrap.

Kepala BPN Sidrap, Taufik, mengatakan kerja sama ini membuka ruang kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan instansi pertanahan, khususnya dalam mendukung program Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). “Ada banyak hal yang dapat diambil manfaatnya dari perjanjian kerja sama ini, terutama dalam mendukung program ATR/BPN di daerah,” ujar Taufik. Ia menjelaskan, terdapat dua program prioritas yang akan dikolaborasikan bersama UMS Rappang. Pertama, peningkatan kualitas data dalam rangka digitalisasi sertifikat tanah. Kedua, percepatan sertifikasi tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum atas aset-aset keagamaan di Kabupaten Sidrap.

Menurut dia, dukungan akademisi dan mahasiswa diharapkan dapat membantu optimalisasi pendataan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terkait pentingnya legalitas aset tanah. Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahamad, menyatakan pihaknya siap mendukung program tersebut melalui pelibatan dosen dan mahasiswa, khususnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Sejak 2014, UMS Rappang terus berbenah dan aktif melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kami siap berkolaborasi dan menindaklanjuti kerja sama ini melalui program-program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik maupun KKN Reguler,” kata Prof. Jamaluddin.

Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan BPN diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan pertanahan, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola pertanahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sidrap.

FEB UMS Rappang Lepas Mahasiswa Magang, Terjun ke 26 Lokasi Termasuk Luar Negeri

SIDRAP – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang menggelar pembekalan dan pelepasan magang mahasiswa di Lantai III Gedung Rektorat, Rabu (28/1/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si. Kegiatan ini dihadiri Dekan FEB Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P., jajaran wakil dekan, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkup FEB.

Ketua Panitia Magang, Erwin Irnandy AS, S.E., M.M., mengatakan program magang menjadi sarana mahasiswa untuk bersentuhan langsung dengan dunia kerja sebelum menyelesaikan studi. “Melalui magang ini, mahasiswa diajarkan untuk berinteraksi langsung dengan dunia kerja. Pada akhirnya, setelah menyelesaikan proses akademik, mereka akan benar-benar terjun ke dunia profesional,” ujar Erwin.Ia mengibaratkan magang sebagai proses pembelajaran yang berkelanjutan. Mengutip filsuf Tiongkok Confucius, Erwin menyampaikan bahwa pendidikan tidak sekadar memberi hasil instan, melainkan membekali keterampilan jangka panjang. “Jangan berikan seseorang ikan untuk dimakan hari ini, tetapi ajarkan ia memancing agar bisa makan seumur hidupnya,” katanya.

Sementara itu, Dekan FEB Dr. Apt. Pratiwi Ramlan menjelaskan bahwa pembekalan magang merupakan agenda rutin fakultas untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan pengetahuan dan etika sebelum turun ke lokasi. “Tahun ini ada 63 mahasiswa yang akan magang di 26 lokasi berbeda. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita membekali adik-adik dengan pengetahuan dan kesiapan mental sebelum terjun langsung,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program magang tidak hanya berlangsung di dalam negeri, tetapi juga merambah luar negeri. Saat ini, tiga mahasiswa telah lebih dahulu menjalani magang di Taiwan, sementara tiga lainnya masih dalam proses administrasi keberangkatan. “Kita doakan semoga proses administrasi berjalan lancar sehingga mahasiswa kita bisa menyusul. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” kata Pratiwi.

Selain di Taiwan, mahasiswa FEB juga menjalani magang di sejumlah perusahaan, termasuk di Makassar. Beberapa di antaranya telah menjalani program tersebut selama kurang lebih satu bulan. Wakil Rektor I UMS Rappang, Rais Rahmat Razak, dalam sambutannya menegaskan bahwa proses akademik tidak sekadar menggugurkan kewajiban perkuliahan, tetapi merupakan tahapan pembentukan kompetensi dan karakter. “Ketika mahasiswa menyelesaikan proses akademik hingga ujian akhir, mereka berhak menyandang gelar di belakang namanya. Gelar itu bukan sekadar simbol, tetapi penanda kompetensi dan keahlian,” ujarnya.

Menurut Rais, magang merupakan salah satu tahapan penting dalam proses tersebut. Melalui magang, mahasiswa dapat menguji kemampuan, potensi, karakter, hingga akhlak dalam dunia kerja yang sesungguhnya. “Di dunia kerja itulah kemampuan, etika, dan karakter akan terlihat. Magang ini menjadi pintu masuk menuju ruang-ruang kesuksesan,” katanya. Melalui kegiatan pembekalan ini, FEB UMS Rappang berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater serta menunjukkan profesionalisme selama menjalani magang di berbagai instansi dan perusahaan. FEB UMS Rappang menaungi tiga Program Studi (Podi) Masing-masing Prodi Bisnis Digital (Bisdig), Hukum Bisnis dan Kewirausahaan, ketiga Prodi tersebut terakreditasi Baik.

Kaprodi Seni Kuliner UMS Rappang Hadirkan Edukasi Dapur Hemat Energi Lewat Program Dapur Cerdas

MAKASSAR — Program live cooking bertajuk Dapur Cerdas Urusan Ringkas yang digelar PIKK PLN UP3 Makassar Utara IUD SulSelBar di Aula PLN Makassar Utara berlangsung semarak. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Program Studi (Kaprodi) Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., sebagai instruktur utama.

Dalam kegiatan tersebut, Chef Damayanti tidak hanya memandu sesi memasak, tetapi juga mengedukasi peserta tentang penggunaan kompor induksi sebagai alternatif yang lebih aman dan efisien dibandingkan kompor gas konvensional. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi listrik yang ramah lingkungan dalam aktivitas dapur sehari-hari.

Rangkaian acara diawali dengan sosialisasi aplikasi PLN Mobile yang diperkenalkan oleh pihak PLN. Peserta diberikan pemahaman mengenai fitur-fitur aplikasi, mulai dari pengelolaan tagihan listrik, pemantauan konsumsi energi, hingga pemilihan tarif yang lebih efisien.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi safety briefing terkait penggunaan peralatan listrik, termasuk kompor induksi. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan saat menggunakan perangkat elektronik di dapur.

Memasuki sesi utama, Chef Damayanti memimpin langsung cooking class menggunakan kompor induksi. Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, ia memperagakan teknik memasak praktis yang hemat energi sekaligus aman.

“Kompor induksi memungkinkan proses memasak lebih cepat dengan konsumsi daya yang terkontrol. Ini merupakan langkah menuju dapur yang lebih berkelanjutan karena kita dapat mengurangi risiko kebakaran sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi listrik,” ujar Damayanti.

Menurutnya, integrasi penggunaan kompor induksi dengan aplikasi PLN Mobile menjadi solusi cerdas dalam mengelola kebutuhan energi rumah tangga. Ia juga mendorong pelaku usaha kuliner untuk mulai mempertimbangkan transisi ke teknologi listrik sebagai bagian dari inovasi usaha. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner mengaku memperoleh wawasan baru mengenai efisiensi energi dan keamanan memasak.

Ketua PIKK PLN UP3 Makassar Utara, Edith Huwae Martinus Irianto Pasensi, berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap melalui acara ini, masyarakat lebih mengenal kompor induksi dan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi praktis dan aman dalam rumah tangga,” ujar Ibu Edith.

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan demonstrasi memasak, tetapi juga memperkuat peran akademisi dalam memberikan edukasi berbasis keilmuan kepada masyarakat. Melalui kehadiran Kaprodi Seni Kuliner UMS Rappang sebagai instruktur, kegiatan tersebut menjadi ajang sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendorong gaya hidup hemat energi dan berkelanjutan.

Hadapi Akreditasi, Prodi Bisnis Digital UMS Rappang Matangkan Dokumen Bersama BPM

SIDRAP — Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar rapat koordinasi bersama Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas guna mematangkan persiapan akreditasi program studi. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Prodi Bisnis Digital itu dihadiri Unit Penjamin Mutu (UPM) Prodi Bisnis Digital, dosen Prodi Bisnis Digital, Dekan FEB Dr. Pratiwi Ramlan, Wakil Dekan FEB, serta Ketua BPM Universitas Dr. Aswadi beserta tim.

Kegiatan rapat secara resmi dibuka oleh Ketua UPM Prodi Bisnis Digital, Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan kerja kolektif seluruh unsur dalam menyiapkan dokumen akreditasi secara sistematis, terstruktur, dan sesuai standar mutu yang ditetapkan.

“Persiapan akreditasi membutuhkan kolaborasi yang kuat agar seluruh dokumen dan eviden dapat tersusun dengan baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan dokumen mutu, memastikan kesiapan administrasi akreditasi, serta mengevaluasi pemenuhan standar pendidikan sesuai regulasi yang berlaku. Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya pengkajian panduan akreditasi terbaru LAMEMBA sebagai acuan utama penyusunan dokumen, pembentukan tim atau taskforce akreditasi, serta pembagian tugas berdasarkan kriteria penilaian LAMEMBA agar setiap indikator dapat dipenuhi secara optimal.

Dalam arahannya, Dekan FEB UMS Rappang Dr. Pratiwi Ramlan menegaskan pentingnya kesiapan dokumen, kesesuaian eviden dengan indikator penilaian, serta kerja kolaboratif seluruh tim untuk mendukung keberhasilan akreditasi program studi. Sementara itu, Ketua BPM Universitas Dr. Aswadi memberikan pendampingan teknis terkait pemetaan dokumen, penguatan eviden pendukung, hingga strategi pemenuhan standar akreditasi sesuai panduan terbaru LAMEMBA. Melalui rapat koordinasi ini, Prodi Bisnis Digital UMS Rappang menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas akademik, tata kelola program studi, serta peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan demi meraih capaian akreditasi terbaik ke depan.

Bukti Kampus Berdampak, Mahasiswa Seni Kuliner Dapat Apresiasi atas Ide Inovatif di Minaka Cake

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Syamsuryani, memperoleh apresiasi dari owner Minaka Cake and Bread, Arib Akram, atas kontribusi ide-ide baru yang inovatif selama menjalani magang Praktik Industri selama enam bulan.

Selama pelaksanaan magang, Syamsuryani aktif terlibat dalam berbagai kegiatan produksi pastry dan bakery. Tidak hanya menjalankan tugas rutin, ia juga mampu menghadirkan gagasan kreatif berupa pengembangan produk dan variasi penyajian yang sebelumnya belum pernah diterapkan di Minaka Cake and Bread. Inovasi tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha.

Arib Akram menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa magang memberikan dampak positif bagi operasional dan pengembangan produk. Ide-ide segar yang diusulkan dinilai relevan dengan kebutuhan pasar serta berpotensi meningkatkan daya saing produk, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam dunia industri.

Dosen pembimbing magang, Yusrianti, S.Sn., M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner. “Mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kreatif dan inovatif sesuai tuntutan industri,” ujarnya.

Melalui kegiatan magang Praktik Industri ini, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus mendorong terwujudnya kampus berdampak, di mana mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi mitra industri sekaligus memperoleh pengalaman kerja yang bermakna sebagai bekal memasuki dunia profesional.

Perkuat Kompetensi Praktis, Mahasiswa Seni Kuliner Magang di Senja Cafe Selama Enam Bulan

Mahasiswa seni kuliner Annisa Nurul Rezky Alfian mengikuti program magang Praktik Industri di Senja Cafe pada bagian Food and Beverage Production selama enam bulan. Kegiatan ini merupakan program tahun kedua penempatan mahasiswa magang Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) di Senja Cafe. Senja Cafe menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam membangun budaya kerja profesional. Melalui pendampingan langsung dari pembimbing industri yang kompeten dan berpengalaman di bidang food and beverage product, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sesuai standar industri.

Selama menjalani magang, Annisa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas di dapur, mulai dari persiapan bahan, pengolahan makanan, penyajian, hingga penerapan standar kebersihan dan keselamatan kerja. Kegiatan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang alur kerja industri kuliner sekaligus melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim. Dosen pembimbing, Yayuk Astuti, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Senja Cafe memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. “Lingkungan kerja yang profesional serta pembimbing industri yang berkompeten menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Praktik Industri yang berkelanjutan ini, Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan mitra industri guna menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di bidang kuliner. Melalui pengalaman magang ini, Annisa Nurul Rezky Alfian memperoleh bekal praktis yang komprehensif sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Kombinasi antara keterampilan teknis, pemahaman operasional, dan sikap profesional yang terbangun selama enam bulan di Senja Cafe menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di industri kuliner.

Kampanye Lingkungan dan Gizi, Mahasiswa UMS Rappang Tinggalkan Dampak Positif di Sipodeceng

SIDRAP – Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) secara resmi menarik mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III di Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (3/2/2026). Penarikan mahasiswa dilakukan langsung oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Rappang, Khaeriyah Adri, S.KM., M.Kes, dan dihadiri dosen serta tenaga kependidikan (tendik) Program Studi Administrasi Kesehatan. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Sipodeceng, Naming Pallajareng, S.IP.

Dalam sambutannya, Khaeriyah Adri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sipodeceng serta seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendukung mahasiswa selama pelaksanaan PBL. “PBL bukan hanya proses pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan lingkungan dan keluarga,” ujar Khaeriyah. Ia berharap hasil temuan dan intervensi yang telah dilakukan mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam menyusun program lanjutan.

Kegiatan penarikan mahasiswa ini dirangkaikan dengan seminar hasil PBL III, yang memaparkan berbagai permasalahan kesehatan lingkungan dan perilaku masyarakat di Desa Sipodeceng.  Melalui rangkaian intervensi dan evaluasi, mahasiswa mencatat sejumlah perubahan perilaku positif. Penggunaan tempat sampah terbuka menurun dari 90,3 persen menjadi 38,3 persen, penggunaan obat nyamuk berbahan kimia turun dari 89,7 persen menjadi 21,9 persen, serta pembakaran sampah berkurang dari 81,2 persen menjadi 28 persen. “Program intervensi PBL dinilai berhasil karena terjadi perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lingkungan,” jelas Isma Nurul kirana, perwakilan mahasiswa dalam pemaparan hasil seminar.

Di Dusun Bonginge, hasil pendataan menunjukkan angka balita kurang gizi dan stunting berhasil ditekan hingga 0 persen setelah dilakukan pendampingan dan edukasi berkelanjutan. Namun demikian, kebiasaan membakar sampah dan merokok di dalam ruangan masih menjadi tantangan, karena dipengaruhi oleh kebiasaan jangka panjang dan faktor ketergantungan. Menutup kegiatan, mahasiswa PBL menyampaikan harapan agar masyarakat Desa Sipodeceng terus melanjutkan perubahan perilaku sehat yang telah mulai terbentuk. “Kami berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan terus berlanjut, sehingga program kesehatan yang telah diinisiasi tidak berhenti sampai PBL berakhir, tetapi menjadi budaya hidup sehat yang berkelanjutan,” ungkap Isma.

Belajar Langsung dari Masyarakat, Mahasiswa UMS Rappang Rampungkan PBL I di Desa Bamba Puang

ENREKANG – Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi menarik mahasiswa peserta Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) I yang dirangkaikan dengan seminar akhir, Senin (2/2/2026).

Kegiatan penarikan mahasiswa berlangsung di Desa Bamba Puang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, dan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Rappang, Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P. Acara ini dihadiri Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan, dosen pembimbing, tenaga kependidikan, serta Kepala Desa Bamba Puang, Abdul Muis.

Dalam sambutannya, Pratiwi Ramlan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bamba Puang atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan PBL I.

“Pemerintah desa telah menjadi mitra yang sangat kooperatif dalam mendukung mahasiswa kami melakukan pengkajian dan pembelajaran langsung di masyarakat. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami persoalan kesehatan secara nyata,” ujar Pratiwi.

Ia menjelaskan, PBL I bertujuan untuk melatih mahasiswa melakukan analisis masalah kesehatan masyarakat berbasis bukti ilmiah (evidence-based), sekaligus merumuskan perencanaan program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Koordinator desa PBL I, Muh. Fardan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan PBL I dilaksanakan pada 20 Januari hingga 2 Februari 2026, dengan melibatkan 40 mahasiswa yang dibagi ke dalam tiga posko di sejumlah dusun, yakni Kotu, Galappo, Benteng Banua, Pulauan, dan Pattaliran.

Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung kepada kepala keluarga, observasi kondisi rumah dan lingkungan, serta pengolahan data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) sebagai alat analisis statistik dan manajemen data.

Hasil PBL I menunjukkan sejumlah masalah kesehatan prioritas, di antaranya perilaku konsumsi mi instan yang tinggi, kejadian batuk, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi, yang diperparah oleh persoalan pengelolaan sampah rumah tangga. Mayoritas sampah masih dikelola dengan cara dibakar, sementara limbah cair dialirkan ke saluran terbuka.

Selain itu, faktor perilaku dan rendahnya pengetahuan masyarakat terkait gizi seimbang, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengelolaan lingkungan turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Meski demikian, observasi juga menunjukkan kondisi positif, di mana 100 persen rumah warga telah memiliki ventilasi yang memenuhi syarat kesehatan, yakni lebih dari 10 persen luas lantai.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa merekomendasikan agar Pemerintah Desa Bamba Puang mendukung penyediaan fasilitas edukasi kesehatan, mengaktifkan kembali kegiatan kerja bakti rutin, serta mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang ramah lingkungan.

Sementara itu, puskesmas setempat diharapkan dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan kesehatan, pembinaan PHBS, pemantauan status gizi dan kejadian batuk secara berkala, serta meningkatkan frekuensi Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya bagi kelompok lanjut usia.

Kegiatan PBL I ini juga menjadi sarana mempererat kemitraan strategis antara Program Studi Administrasi Kesehatan UMS Rappang dengan pemerintah desa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Audit Pembelajaran, Prodi Bisnis Digital UMS Rappang Perkuat Mutu Akademik Lewat KKD Fakultas

SIDRAP — Penguatan mutu akademik terus dilakukan oleh Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) . Salah satunya melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Kerja Dosen (KKD) Fakultas yang digelar pada Sabtu (31/1/2026). Kegiatan KKD ini menjadi forum strategis dalam penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya terkait evaluasi pembelajaran dan persiapan akreditasi Program Studi Bisnis Digital pada tahun berjalan.

Seluruh dosen Prodi Bisnis Digital hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Program Studi Andi Riska, Unit Penjamin Mutu Prodi Muh. Wildan Mauludy, serta Haslindah, Adam Latif, dan Rahman Yakub. Kehadiran lengkap jajaran dosen mencerminkan komitmen bersama dalam memastikan implementasi standar mutu akademik berjalan optimal.

Unit Penjamin Mutu Prodi Muh. Wildan Mauludy menjelaskan bahwa rapat KKD kali ini secara khusus membahas aspek penjaminan mutu pembelajaran. Agenda utama meliputi evaluasi pelaksanaan pembelajaran semester sebelumnya serta perumusan langkah perbaikan untuk semester mendatang.

"Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup kesesuaian proses pembelajaran dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE), capaian pembelajaran lulusan, hingga efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan dosen pengampu," ujarnya.

Selain itu, forum KKD juga membahas laporan audit pembelajaran pada setiap mata kuliah. Audit ini menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, termasuk kelengkapan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan RPS, serta dokumentasi penilaian hasil belajar mahasiswa.

Pembahasan turut diarahkan pada persiapan akreditasi program studi tahun 2026. Fokus persiapan meliputi penguatan eviden pembelajaran berbasis OBE, kelengkapan dokumen mutu akademik, peningkatan kualitas pelaporan kegiatan tridharma perguruan tinggi, serta konsistensi penerapan SPMI di tingkat program studi.

Kegiatan KKD ini juga dihadiri Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, M.Si. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya membangun budaya mutu berkelanjutan di setiap program studi. Menurutnya, kesiapan akreditasi tidak hanya bertumpu pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada implementasi nyata mutu pembelajaran yang berdampak langsung pada kualitas lulusan.

Melalui kegiatan KKD tersebut, Prodi Bisnis Digital diharapkan semakin memperkuat sistem monitoring dan evaluasi pembelajaran, meningkatkan kualitas penerapan RPS berbasis OBE, serta memastikan kesiapan maksimal dalam menghadapi proses akreditasi program studi pada 2026 mendatang.

Delapan Mahasiswa S2 UMS Rappang Benchmarking ke Malaysia, Thailand, dan Singapura

SIDRAP — Sebanyak delapan mahasiswa Program Magister Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), tengah menjalani kegiatan akademik benchmarking internasional ke tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura. Delapan mahasiswa tersebut mayoritas merupakan pegawai pajak di Kota Parepare. Mereka diberangkatkan dalam rombongan terpisah dari peserta benchmarking Malaysia–Bangkok yang dibimbing langsung oleh Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si.

Sementara itu, rombongan benchmarking dengan rute Bangkok–Malaysia–Singapura dibimbing oleh Dr. Erfina. Adapun delapan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini yakni Sohra, Abdul Rahman Saleh, Susanty, Hermansari, Nurmiati Saleh, Muhammad Amiruddin, Amirullah, dan Nasruddin Muslimin. Dr. Erfina yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMS Rappang, saat dikonfirmasi Sabtu (31/1/2026), mengatakan bahwa benchmarking ini dirancang untuk memperkaya wawasan mahasiswa terkait praktik pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di negara lain.

“Mahasiswa mengikuti sejumlah agenda, di antaranya kunjungan wisata budaya di Singapura sekaligus mengamati secara langsung sistem dan praktik pelayanan publik di sana,” ujar Dr. Erfina. Salah satu mahasiswa, Sohra, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya banyak pelajaran, khususnya terkait budaya disiplin masyarakat di Malaysia dan Singapura. "Saya melihat perbedaan yang sangat menonjol antara budaya di Indonesia dengan negara yang kami kunjungi. Tingkat kedisiplinan dan kepatuhan masyarakatnya sangat tinggi,” kata Sohra.

Menurutnya, masyarakat di negara tersebut terbiasa menjalani aktivitas secara tertib dan sesuai prosedur. Bahkan, banyak warga yang lebih memilih berjalan kaki dibanding menggunakan kendaraan pribadi. Sohra juga mengungkapkan pengalamannya terkait pelayanan publik, khususnya saat tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

“Imigrasinya sangat ketat. Semua proses harus berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, selama perjalanan benchmarking, mahasiswa juga mengamati langsung kinerja sektor-sektor publik seperti kepolisian dan petugas keamanan.

“Mereka benar-benar menjalankan tugas sesuai aturan. Penegakan hukum berjalan tegas, sehingga hampir tidak ada celah untuk melakukan pelanggaran,” tutup Sohra.