Status PDDIKTI rektoratumsrappang@gmail.com 085299570468 Kode PT : 091058

Berita

Agung Danarto Dorong Semua Pimpinan Muhammadiyah Gelar Konsolidasi Pasca Pemilu 2024

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUKABUMI – Pasca Pemilu 2024 diharapkan setiap level pimpinan Muhammadiyah untuk melakukan konsolidasi untuk mempersatukan gerakan, merealisasikan program-program yang telah direncanakan.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto pada (24/2) dalam Pembukaan Musyawarah Wilayah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Jawa Barat, di Sukabumi.

Agung menambahkan, konsolidasi dapat dilakukan melalui agenda-agenda rutin seperti rapat, baitul arqam, dan darul arqam. Kegiatan ini tidak hanya dikhususkan bagi pimpinan, tapi di seluruh lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Seluruh pimpinan persyarikatan dan karyawan AUM wajib mengikuti Baitul Arqam,” tegas Agung.

Selain merekatkan kembali pasca Pemilu 2024, konsolidasi internal juga dibutuhkan oleh pimpinan Muhammadiyah untuk mengevaluasi dan merencanakan kembali program-program yang telah dan akan dijalankan.

“Rapat mingguan sebagai sarana perencanaan dan evaluasi program. Semakin sering rapat semakin terkonsolidasi,” tambah Agung.

Pada kesempatan ini, Agung Danarto juga menyampaikan tentang Muktamar ke-49 Muhammadiyah yang akan digelar di Kota Medan pada 2027 mendatang. Lebih tepatnya di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU).

Muktamar bagi Muhammadiyah merupakan permusyawaratan tertinggi, di atas Tanwir. Maka pada muktamar nanti juga sebagai wadah konsolidasi akbar Muhammadiyah di seluruh Indonesia dan perwakilannya dari seluruh dunia.

Oleh karena itu, dia berpesan supaya nanti dalam menyambut muktamar dengan suka cita dan gembira. Agung Danarto membayangkan akan ada barisan rombongan Muhammadiyah yang datang memenuhi Kota Medan untuk menggembirakan Muktamar 49.

Anwar Abbas Soroti Naiknya Harga Beras Tak Selaras dengan Kesejahteraan Petani

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Di sejumlah pasar pembeli beras antri mengular untuk mendapatkan beras kualitas medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp 10.600 per kilogram atau Rp 53.000 per satu kantong beras berisi 5 kilogram.

Setiap  orang hanya bisa membeli tidak boleh lebih dari 2 kantong yaitu 10 kg dengan harga Rp.106 ribu. Kalau di pasar harga beras tersebut adalah Rp.75 ribu per 5 kg. Jadi sebenarnya selisih yang diharapkan oleh orang yang antri tersebut hanya Rp.22 ribu per 5 kg dan atau  Rp.44 ribu per 10 kg.

Di mata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup, Anwar Abbas melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi muhammadiyah.or.id pada Selasa (27/2). Dari fenomena naiknya harga beras tersebut menurut Abbas membuka fakta rendahnya ekonomi masyarakat Indonesia.

“Jadi kesimpulannya uang sebesar Rp.22 ribu dan atau  Rp.44 ribu itu bagi masyarakat lapis bawah ternyata  sangat-sangat  berarti, sehingga untuk mendapatkan hal tersebut mereka rela  berpanas-panas dan antri  berjam-jam bahkan ada diantara mereka yang pingsan,” ungkapnya.

Selain itu, Abbas juga mempertanyakan kenaikan harga beras di pasaran tidak sebanding dengan kenaikan harga gabah yang dipanen oleh petani Indonesia. Padahal menurutnya, jika beras sebagai produk petani naik, gabah juga ikut naik harganya.

Bahkan di titik yang lain, Anwar Abbas menyebut kenaikan harga beras tidak akan menjadi masalah jika harga gabah juga ikut naik, dan pendapatan masyarakat Indonesia di bidang-bidang lain juga naik. Akan tetapi faktanya, kenaikan harga beras sebagai makanan pokok tidak diimbangi dengan hal itu.

Melihat dari sisi realitas petani Indonesia yang saat ini semakin sedikit, karena kelompok muda enggan untuk melanjutkan pekerjaan petani karena berpendapatan rendah. Diharapkan jika gabah petani harganya naik, dan berdampak pada kesejahteraan petani akan menarik minat kelompok muda untuk kembali bertani.

“Logika naiknya harga beras tidak masalah karena dia akan bisa menaikkan pendapatan dari para petani, sehingga anak-anak muda yang hari ini tidak tertarik dengan dunia pertanian menjadi tertarik sehingga hal demikian diharapkan akan bisa mendorong bagi meningkatnya produksi beras secara nasional,” katanya.

Petani sebagai soko guru bangsa Indonesia nasibnya penuh nestapa, pekerjaan dengan risiko. Di mana ongkos produksi yang tinggi, namun hasil produksi terjual murah. Menurutnya mekanisme pasar, dan kebijakan pemerintah perlu untuk hadir dan lebih berpihak pada petani lokal.

“Tingkat keuntungan yang bisa  mereka dapat  sangat rendah sementara risiko rugi yang mereka hadapi sangat tinggi berupa gagal panen, apakah karena faktor  hama, atau cuaca dan lain-lain apalagi juga ada masalah-masalah lain seperti menyangkut sulitnya mendapatkan benih yang berkualitas bagus dan pupuk yang bersubsidi,” katanya.

Masalah mendasar dari fenomena rutin ini menurut Anwar Abbas adalah tidak berhasilnya pemerintah menaikkan pendapatan masyarakat, lebih-lebih masyarakat lapis bawah. Oleh karena itu dia berpesan supaya mengingat kembali amanah konstitusi khususnya pada Pasal 33 UUD 1945.

Di pasal itu tegas disebutkan bahwa tugas negara dan pemerintah untuk menciptakan kemakmuran bagi rakyat tanpa terkecuali. Termasuk fakir dan miskin yang di Pasal 34 UUD 1945 disebutkan bahwa mereka dipelihara oleh negara.


(https://muhammadiyah.or.id/2024/02/anwar-abbas-soroti-naiknya-harga-beras-tak-selaras-dengan-kesejahteraan-petani/)

Kiai Saad Ibrahim Apresiasi Perkembangan Pesat Pesantren Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANYUMAS – Pesantren Muhammadiyah akhir-akhir ini bertambah secara pesat, dari yang awalnya hanya segelintir, saat ini jumlahnya sudah tercatat sebanyak 440 Pesantren Muhammadiyah (Pesantrenmu).

Penambahan jumlah yang signifikan tersebut diapresiasi oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim pada (25/2) di acara Sarasehan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah, Banyumas.

“Saya bertambah kuat harapan saya kepada Muhammadiyah ketika lihat pesantren-pesantren. Karena itu tidak cukup kita ini hanya mengkader imam masjid yang kemudian tajwidnya bagus, bacaannya bagus, tidak cukup,” kata Kiai Saad.

Kiai Saad memandang, konteks terlalu kecil jika kehadiran pesantren Muhammadiyah hanya mengkader imam masjid.  Akan tetapi, jika hal itu saja gagal dilakukan, apalagi jika ingin menggarap konteks yang lebih besar.

“Usaha besar itu sekali lagi dimulai dari hal yang kecil, bahkan sampai ke sini itu dimulai dengan satu langkah, kemudian langkah kedua dan ketiga itu bukan urusan kita,” tuturnya.

Konsep besar harus diproyeksikan mulai dari sekarang, oleh pesantren-pesantren Muhammadiyah yang jumlahnya 440 itu. Namun demikian, gagasan besar itu tidak boleh berangkat maupun lepas dari nilai-nilai teologis.

Model pendidikan integrasi yang diterapkan di pesantren Muhammadiyah diharapkan akan melahirkan manusia yang mahir tidak hanya dalam urusan agama. Kiai Saad Ibrahim menegaskan lulusan pesantren itu bisa jadi apa saja.

“Bisa jadi ilmuwan besar dalam konteks apapun. Faktanya kemudian ada yang kuliah ke Australia dan macam-macam itu, dan lebih aman,” ungkapnya.

Secara personal, Kiai Saad menceritakan bahwa dirinya dan hidupnya selalu lekat dengan pesantren, bukan hanya karena saat ini di PP Muhammadiyah diamanahi di bidang pesantren. Tetapi dia juga pernah mengajar di beberapa pesantren, dan anak-anaknya juga lulusan pesantren semua.

Bahkan tidak hanya mendidik di pesantren Muhammadiyah, dia juga pernah mendidik di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang selama 13 tahun. Salah satu pondok pesantren legendaris, dan menjadi pusat berdirinya Nahdlatul Ulama.

(https://muhammadiyah.or.id/2024/02/kiai-saad-ibrahim-apresiasi-perkembangan-pesat-pesantren-muhammadiyah/)

Muhammadiyah Manggala Diminta Bentuk Tim Pengurusan Jenazah Artikel ini telah tayang di suaramuhamm

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manggala Kota Makassar, telah menggelar pelatihan pengurusan jenazah kerjasama dengan Tajidul Iman Kegiatan ini dilaksanakan 14 Sya'ban 1445 H atau, Sabtu 25 Februari 2024 di Masjid Darussalam Muhammadiyah Borong Jambu Manggala.


Narasumber pada kegiatan itu Founder Tajdidul Iman dan juga salah seorang unsur DPD Muhammadiyah Kota Makassar, KH Sudirman, S.Ag.


Saat membawakan materi KH Sudirman meminta kepada PCM Manggala usai pelatihan untuk segera membentuk Tim Pengurusan Jenazah PCM Manggala.


 Lembaga ini sangat penting dan mendesak dihadirkan  agar dapat memberi pelayanan kepada warga persyarikatan dan simpatisan jika ada yang meninggal dunia.


Kehadiran tim pengurusan jenazah ini tentu akan menjadi karya amal jariah bagi persyarikatan di cabang Muhammadiyah Manggala yang akan memberi nilai manfaat bagi anggota dan ummat.


Muhammadiyah selama ini mengurus orang hidup mulai dari lahir sampai mati. Saat ini cukup banyak amal usaha dalam bidang kesehatan yang mengurus persalinan dan orang sakit termasuk amal usaha bisang pendidikan dan sosial yang mengurus orang yang meninggal dunia.


Suasana pelatihan yang langsung di pandu KH Sudirman dan tim kerjanya berjalan serius dan lancar. Para peserta yang berasal dari utusan ranting dan Aisyiyah serta jamaah masjid.


Pada kesempatan itu dipratekkan mengurus jenazah dengan menggunakan alat bantu peraga boneka mulai dari mengurus saat seseorang dalam sakratul maut, ketika baru menghembuskan nafas, membersihkan mayat dengan menutup mata, menutup mulut serta membersihkan seluruh badan. Kemudian prosesi memandikan, mengkapani, mensalatkan dan mengantar ke pekuburan.


Peserta antusias bertanya hal hal yang perlu dilakukan saat mengurus mayat termasuk ada tanyakan kalau mayat dengan kematian yang tidak biasa, kecelakaan atau penyakit semua dijelaskan dengan tuntas oleh nara sumber.


Wakil Ketua PCM Manggala, H. Ilyas Jamaluddin, S.Ag, usai pelatihan mengucapkan terima kasih kepada KH Sudirman, S.Ag dan timnya yang telah membagi pengalaman dan pengetahuan mengurus jenazah bagi PCM dan PRM yang ada di Cabang Muhammadiyah Manggala.


Ketua Majelis Pelayanan Sosial PCM Manggala, Dr. Hafiz Elfiansya Parawu, S.T., M.Si kesempatan itu melaporkan kalau pelatihan ini diikuti utusan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Cabang Manggala serta jamaah masjid.


Soal tantangan dari PDM Makassar untuk membentuk tim pengurusan jenazah akan dibicarakan secara lebih serius dengan para PCM Manggala, katanya.


Turut hadir pada pelatihan ini Ketua dan Sekretaris PCM Manggala, Muh Ali, S.Ag, M.Pd.I dan Kamaluddin Lala, S.Sos serta para pengurus majelis PCM lainnya. *

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manggala Kota Makassar, telah menggelar pelatihan pengurusan jenazah kerjasama dengan Tajidul Iman Kegiatan ini dilaksanakan 14 Sya'ban 1445 H atau, Sabtu 25 Februari 2024 di Masjid Darussalam Muhammadiyah Borong Jambu Manggala.


Narasumber pada kegiatan itu Founder Tajdidul Iman dan juga salah seorang unsur DPD Muhammadiyah Kota Makassar, KH Sudirman, S.Ag.


Saat membawakan materi KH Sudirman meminta kepada PCM Manggala usai pelatihan untuk segera membentuk Tim Pengurusan Jenazah PCM Manggala.


 Lembaga ini sangat penting dan mendesak dihadirkan  agar dapat memberi pelayanan kepada warga persyarikatan dan simpatisan jika ada yang meninggal dunia.


Kehadiran tim pengurusan jenazah ini tentu akan menjadi karya amal jariah bagi persyarikatan di cabang Muhammadiyah Manggala yang akan memberi nilai manfaat bagi anggota dan ummat.


Muhammadiyah selama ini mengurus orang hidup mulai dari lahir sampai mati. Saat ini cukup banyak amal usaha dalam bidang kesehatan yang mengurus persalinan dan orang sakit termasuk amal usaha bisang pendidikan dan sosial yang mengurus orang yang meninggal dunia.


Suasana pelatihan yang langsung di pandu KH Sudirman dan tim kerjanya berjalan serius dan lancar. Para peserta yang berasal dari utusan ranting dan Aisyiyah serta jamaah masjid.


Pada kesempatan itu dipratekkan mengurus jenazah dengan menggunakan alat bantu peraga boneka mulai dari mengurus saat seseorang dalam sakratul maut, ketika baru menghembuskan nafas, membersihkan mayat dengan menutup mata, menutup mulut serta membersihkan seluruh badan. Kemudian prosesi memandikan, mengkapani, mensalatkan dan mengantar ke pekuburan.


Peserta antusias bertanya hal hal yang perlu dilakukan saat mengurus mayat termasuk ada tanyakan kalau mayat dengan kematian yang tidak biasa, kecelakaan atau penyakit semua dijelaskan dengan tuntas oleh nara sumber.


Wakil Ketua PCM Manggala, H. Ilyas Jamaluddin, S.Ag, usai pelatihan mengucapkan terima kasih kepada KH Sudirman, S.Ag dan timnya yang telah membagi pengalaman dan pengetahuan mengurus jenazah bagi PCM dan PRM yang ada di Cabang Muhammadiyah Manggala.


Ketua Majelis Pelayanan Sosial PCM Manggala, Dr. Hafiz Elfiansya Parawu, S.T., M.Si kesempatan itu melaporkan kalau pelatihan ini diikuti utusan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Cabang Manggala serta jamaah masjid.


Soal tantangan dari PDM Makassar untuk membentuk tim pengurusan jenazah akan dibicarakan secara lebih serius dengan para PCM Manggala, katanya.


Turut hadir pada pelatihan ini Ketua dan Sekretaris PCM Manggala, Muh Ali, S.Ag, M.Pd.I dan Kamaluddin Lala, S.Sos serta para pengurus majelis PCM lainnya. *

(https://suaramuhammadiyah.id/read/muhammadiyah-manggala-diminta-bentuk-tim-pengurusan-jenazah)


Keutamaan Bershalawat

Dalam keseharian, ketika kita membahas ibadah dan ketakwaan, salah satu aspek yang sering kali diabaikan adalah peran penting membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hukum membaca Shalawat sendiri dibagi menjadi dua, menjadi bagian wajib saat salat dan menjadi amalan sunah di luar waktu salat.

Menyinggung urgensi membaca Shalawat, terdapat beberapa hadis yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak pujian kepada Nabi SAW. Salah satu sabda Rasulullah SAW yang memotivasi kita adalah,

مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat.”

Dalam hadis lain disebutkan Nabi SAW bersabda,


عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم.

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i). 

Kedua hadis di atas membawa makna mendalam yang mengajarkan kita betapa pentingnya mengisi hari-hari kita dengan mengucapkan Shalawat kepada Nabi SAW. Bukan hanya sebagai bentuk ketakwaan, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keberkahan dalam setiap langkah hidup.

Mari bersama-sama kita perbanyak Shalawat kepada Nabi SAW, membentuk kebiasaan baik yang tidak hanya melengkapi salat kita, tetapi juga menyirami hati dan jiwa kita dengan kedamaian dan kebahagiaan. Sebuah perjalanan spiritual yang indah, mengiringi kita dalam setiap langkah hidup, dan membawa kita lebih dekat kepada sumber segala kebaikan, Nabi Muhammad Saw.

Bacaan Shalawat yang Dianjurkan

Terdapat banyak varian bacaan shalawat yang termaktub dalam kitab-kitab hadis. Namun, bacaan shalawat yang memiliki dasar sahih salah satunya di bawah ini:

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى الِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى الِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Pendirian Muhammadiyah Sebagai Organisasi Adalah Lompatan Pengetahuan dalam Islam

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANYUMAS – Kelahiran Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islam merupakan loncatan besar pengetahuan yang dilakukan oleh Kiai Ahmad Dahlan, sebab landasan tidak hanya pada nash atau nusus saja.

Demikian disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim pada Ahad malam (25/2) di Sarasehan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah, Banyumas, Jawa Tengah.

Pendirian organisasi dakwah Islam menurut Kiai Saad tidak ada dalilnya secara langsung Al Qur’an atau Hadis. Pendirian organisasi tidak bisa diterima oleh Kelompok Salafi, sebab tidak ada teks yang memerintahkan itu.

“Tapi ini tidak sekadar nusus. Memang berbasis pada nusus, tetapi itu diperkuat oleh ilmu dan sains. Termasuk juga kemudian beliau (Kiai Dahlan) berusaha untuk menepatkan arah kiblat Masjid Gedhe Kauman,” ungkap Kiai Saad.

Termasuk yang dilakukan oleh Kiai Dahlan ketika mendirikan panti asuhan, rumah sakit, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya yang diinspirasi Al Qur’an. Padahal tidak ada satu dalil pun di Al Qur’an yang memerintahkan untuk pendirian panti asuhan dan lain-lain.

Gerakan pertolongan yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui AUM, kata Kiai Saad, sangat saintifik tetapi berbasis pada nusus. Pola beragama ini mendapat apresiasi, termasuk juga dari ilmuan non muslim salah satunya Robert W. Hefner.

Dari Hefner diketahui bahwa pendidikan Muhammadiyah merupakan model pendidikan Islam terbaik di dunia. Suatu model pendidikan yang memadukan dimensi agama dengan dimensi sains.

Model beragama yang dimiliki oleh Kiai Dahlan, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari perjalanan keilmuan. Di mana interaksi ilmu yang dilakukan oleh Kiai Dahlan melintas, dari lokal, nasional, sampai internasional.

Namun demikian, Kiai Dahlan tidak kehilangan genuinitasnya. Melalui pendirian Muhammadiyah, Kiai Dahlan menerjemahkan Islam lebih konkrit dalam bentuk-bentuk aksi nyata dan dapat dirasakan oleh umat manusia.

(https://muhammadiyah.or.id/2024/02/pendirian-muhammadiyah-sebagai-organisasi-adalah-lompatan-pengetahuan-dalam-islam/)

Mahasiswa UMS Rappang Raih Juara dalam Kompetisi Anadara Malebbi Kallolo Magaretta Kabupaten Sidrap

NARASIRAKYAT.MY.ID, Sidrap, 26 Februari 2024 - Kegembiraan menyelimuti Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) dengan berhasilnya dua mahasiswa dalam ajang prestisius, Anadara Malebbi Kallolo Magaretta (AMKM) Kabupaten Sidrap tahun 2024. Dalam sebuah penampilan gemilang, Yusril Rifai dari program studi Agroteknologi dan Iin Nirmala Sari dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil memukau juri dan meraih prestasi membanggakan.

Audisi AMKM Kabupaten Sidrap tahun 2024, yang berlangsung selama dua malam di Nagoya Cafe & Resto Pangkajene, Sidrap, telah menandai kemenangan kedua mahasiswa tersebut. Yusril Rifai dipercaya sebagai juara pertama Kallolo Magaretta Sidrap, sementara Iin Nirmala Sari berhasil meraih harapan 1 anadara malebbi.


Muhammad Aksan, S.P., M. Sc., sebagai Kepala LPKA Divisi Bidang Minat, Bakat dan Penalaran UMS Rappang menyampaikan harapannya atas prestasi gemilang ini. "Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Prestasi ini menunjukkan bahwa prestasi bisa diraih dalam berbagai bidang. Kedua mahasiswa ini telah menunjukkan potensi luar biasa, terutama mengingat mereka juga merupakan penerima beasiswa. Kami yakin mereka akan mampu mengharumkan nama baik institusi dan meraih prestasi lebih tinggi di tingkat provinsi," ujar Aksan dengan penuh keyakinan.


Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kedua mahasiswa, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika UMS Rappang. Diharapkan prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif dalam berbagai bidang.


(https://www.narasirakyat.my.id/2024/02/mahasiswa-ums-rappang-raih-juara-dalam.html)


MUHAMMADIYAH Sulawesi Selatan Gencarkan Gerakan Dakwah Digital Melalui Workshop Capacity Building MU

NARASIRAKYAT.MY.ID, SIDRAP --- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan mengambil langkah progresif dalam memperkuat dakwah digital dengan menyelenggarakan Workshop Capacity Building MUJAHID CYBER. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 24-25 Februari 2024, di Grand Makassar Hotel, dihadiri oleh perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Sulawesi Selatan.

Workshop ini dihadiri oleh dua tendik dari UMS Rappang, serta narasumber terkemuka dalam bidangnya. Salah satunya adalah Ismail Fahmi, Ph.D., Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah sekaligus CEO Drone Imprit, yang berbagi wawasan tentang teknologi dalam dakwah. Turut hadir pula Dian Muhtadiah Hamna, S.IP., M.Kom, seorang dosen komunikasi dari UNISMUH Makassar dan jurnalis yang membahas teknik penulisan berita dakwah.


Menurut Fachrul, salah satu peserta dari Sidrap, kegiatan ini sangat mengedukasi dan diharapkan dapat meningkatkan minat serta semangat dalam memanfaatkan konten dakwah sebagai media syiar agama, khususnya bagi generasi Z yang sering kali tidak tersentuh oleh media dakwah konvensional.


Workshop Capacity Building MUJAHID CYBER ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat gerakan dakwah digital Muhammadiyah, memberikan strategi yang lebih efektif, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas konten dakwah yang disebarkan melalui berbagai platform digital.


(https://www.narasirakyat.my.id/2024/02/muhammadiyah-sulawesi-selatan-gencarkan.html)

Membangkitkan Semangat Belajar Melalui English Camp Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP U

Narasirakyat.my.id, SIDRAP -- Pada tanggal 25 Februari 2024, telah diadakan pembukaan kegiatan English Camp Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang di Paputo Beach Pare-Pare. Acara ini resmi dibuka oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Sam Hermansyah. Beliau memberikan sambutan hangat dan mengapresiasi serta mendukung antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini.



Dalam pembukaan English Camp ini, peserta terlihat sangat antusias dan semangat untuk mengikuti setiap kegiatan yang telah disiapkan. Mereka tampak siap untuk belajar dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka selama acara berlangsung. Kebersamaan dan semangat kolaboratif pun terasa sangat kental di antara para peserta.


Selama English Camp berlangsung, peserta akan diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif. Mereka akan diajarkan berbagai keterampilan berbahasa Inggris melalui berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Di bawah bimbingan para pembimbing yang kompeten, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka dengan cara yang menyenangkan.



English Camp ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peserta dapat lebih percaya diri dan mahir dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat memperluas jaringan dan menambah pengetahuan melalui berbagai kegiatan edukatif yang diselenggarakan selama English Camp.



Dengan diadakannya English Camp ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan berbahasa Inggris para mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Semoga para peserta dapat mengambil manfaat yang maksimal dari acara ini dan menjadi pribadi yang lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Mari kita bersama-sama mendukung perkembangan pendidikan bahasa Inggris di Indonesia untuk mencapai tujuan yang lebih baik di masa depan.

(https://www.narasirakyat.my.id/2024/02/membangkitkan-semangat-belajar-melalui.html)

Pelantikan Nasyiatul Aisyiyah Sidrap Periode 2022-2026, Tingkatkan Peran Aktif Perempuan Dalam Pemba

Narasirakyat.my.id, SIDRAP ---- Kegiatan Pelantikan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sidrap periode 2022-2026 merupakan momentum penting dalam menghadirkan pemimpin yang berkualitas dan kompeten untuk memajukan organisasi. Pelantikan ini bertujuan untuk mencetak kader-kader Nasyiatul Aisyiyah yang siap berkontribusi dalam pembangunan di Sidenreng Rappang melalui kerja sama cabang dan ranting.

Kegiatan pelantikan ini dilaksanakan pada hari Senin, 26 Februari 2024, di Aula Lt. 3 Rektorat UMS Rappang. Acara ini melibatkan pengurus Naisyiyah, PWNA Sulawesi Selatan, Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Sidrap, serta perwakilan dari pemda dan ketua PD Muhammadiyah Sidrap.

Yayuk Astuti, ketua terpilih dalam kegiatan pelantikan ini, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan menjadi aktivis keperempuanan yang berperan dalam memajukan Sidenreng Rappang. Dengan semangat dan determinasi yang tinggi, Yayuk Astuti siap membawa Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sidrap ke arah yang lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat.

Melalui kegiatan pelantikan ini, diharapkan para kader Nasyiatul Aisyiyah dapat terus meningkatkan kualitas dan kompetensi dalam berorganisasi dan berkarya. Dengan adanya pemimpin yang visioner dan berjiwa pemberdayaan, Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sidrap diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan kemajuan daerah.

Sebagai organisasi Keperempuanan yang peduli akan peran perempuan dalam pembangunan masyarakat, Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sidrap melalui kegiatan pelantikan ini juga memiliki visi untuk menjadikan para kader sebagai aktivis keperempuanan yang dapat memberikan inspirasi dan kontribusi positif dalam upaya memajukan Sidenreng Rappang. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan Nasyiatul Aisyiyah mampu menjadi agen perubahan yang signifikan bagi masyarakat.

(https://www.narasirakyat.my.id/2024/02/pelantikan-nasyiatul-aisyiyah-sidrap.html)