Berita

Diikuti 154 Peserta Se-Indonesia, FAST UMS Rappang Gelar National Poster Competition 2026

SIDRAP – Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mencatat antusiasme tinggi dalam penyelenggaraan FAST National Poster Competition 2026. Sebanyak 154 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah mendaftar dalam kompetisi bertajuk “Inovasi Sains dan Teknologi untuk Kehidupan yang Lebih Berkelanjutan” tersebut.

Ketua Panitia FAST National Poster Competition 2026, Rukmelia, S.TP., M.Si., saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026), mengatakan jumlah pendaftar menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang mengangkat isu inovasi sains dan teknologi berkelanjutan.

“Antusiasme peserta sangat baik. Hingga pendaftaran resmi ditutup, tercatat sebanyak 154 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah mendaftar,” ujar Rukmelia.

Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Politeknik Negeri Tanah Laut, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Negeri Makassar, Universitas Al-Muslim, dan Universitas Padjadjaran.

Kompetisi ini mengangkat tema inovasi sains dan teknologi sebagai upaya mendorong lahirnya gagasan kreatif yang dapat memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Melalui kompetisi poster ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan gagasan secara kreatif dan komunikatif, tetapi juga mengembangkan kepedulian terhadap berbagai persoalan lingkungan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.

Setelah pendaftaran ditutup, panitia melanjutkan tahapan seleksi administrasi pada 26–28 Oktober 2026. Selanjutnya, penilaian poster oleh dewan juri dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 5 November 2026.

Pengumuman finalis akan dilakukan pada 6 November 2026. Para finalis kemudian mengikuti presentasi final secara daring pada 10 November 2026.

“ Kami atas nama panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ini,”ujarnya.

Partisipasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta menunjukkan peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi sains dan teknologi yang mendukung kehidupan berkelanjutan.

57 Mahasiswa PPG UMS Rappang Ikuti UAS Proyek Kepemimpinan, Evaluasi Luaran dan Dampak Program

SIDRAP – Sebanyak 57 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Proyek Kepemimpinan. Dalam ujian tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil proyek yang telah dilaksanakan sekaligus mengevaluasi luaran dan dampaknya.

Kegiatan berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Senin (26/10/2026). Sebanyak enam kelompok mahasiswa mempresentasikan hasil proyek masing-masing di hadapan peserta dan dosen pembimbing.

Admin Program Studi PPG UMS Rappang, Moch. Fachrul Mustika, S.Pd., menjelaskan ujian tersebut tidak hanya bertujuan menilai hasil proyek mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan bertukar gagasan antarkelompok.

"Tujuannya untuk memperlihatkan kepada kelompok lain bagaimana pelaksanaan proyeknya, apa luarannya, bagaimana output dan dampaknya, serta bagaimana tindak lanjutnya ke depan," jelas Fachrul saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.

Ia mengatakan, setiap kelompok mendapat kesempatan untuk memaparkan proses pelaksanaan proyek, hasil yang dicapai, serta dampak kegiatan yang telah dilakukan. Dengan demikian, kelompok lain dapat mempelajari pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi dan pengembangan proyek ke depan.

Proses presentasi juga berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan hasil pekerjaan kelompok, tetapi juga menerima pertanyaan, tanggapan, dan masukan dari kelompok lain maupun dosen pembimbing.

"Jadi, mereka saling bertanya satu sama lain. Masing-masing kelompok memiliki pembimbing, dan pembimbing dari kelompok lain juga diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan atau masukan," tambahnya.

Melalui ujian akhir semester ini, mahasiswa diharapkan mampu mempertanggungjawabkan proyek kepemimpinan yang telah dilaksanakan, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.

Sebanyak 57 mahasiswa PPG UMS Rappang yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai daerah, baik di Sulawesi Selatan maupun luar provinsi. Di antaranya dari Palu, Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Manado, Sulawesi Utara.

Keberagaman asal mahasiswa tersebut menjadi bagian dari dinamika pembelajaran di lingkungan PPG UMS Rappang, sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan perspektif dalam mengembangkan kompetensi calon guru.

Berawal dari Benang Rajut, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Kreatif Berdaya Sai

SIDRAP — Berawal dari benang rajut, tiga mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), mengembangkan berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus potensi ekonomi.

Ketiga mahasiswa tersebut yakni St. Nuraizah, Mahira, dan Aidil. Mereka memanfaatkan keterampilan mengolah benang rajut untuk menghasilkan beragam produk, mulai dari tas rajut, cap holder rajut, hingga berbagai aksesori lainnya.

Produk-produk tersebut dibuat dengan memadukan kreativitas, fungsi, dan nilai estetika. Selain dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, kerajinan rajut ini juga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha yang memiliki daya saing di pasar.

Pengembangan produk tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kreativitas mahasiswa dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang bisnis. Bahan sederhana seperti benang rajut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah melalui keterampilan, ketekunan, serta kemampuan melihat peluang pasar.

Ketua Program Studi Kewirausahaan UMS Rappang, Bahtiar Herman, S.E., M.M., melalui dosen Kewirausahaan, Erwin Irnandi As, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pengembangan produk kreatif mahasiswa menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan kampus.

Erwin berharap, kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan produk rajut tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya sebagai karya keterampilan, tetapi juga menjadi rintisan usaha yang mampu memberikan nilai ekonomi.

“Kami berharap kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk rajut ini tidak berhenti sebatas menghasilkan karya, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Mahasiswa perlu berani berinovasi, melihat peluang pasar, dan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk menciptakan produk yang bermanfaat serta memiliki nilai jual,” ujar Erwin Irnandi As, saat dikonfirmasi Senin (21/10/2026).

Ia menambahkan, pengembangan produk kreatif seperti kerajinan rajut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar membangun usaha sejak di bangku kuliah.

Ia juga berharap mahasiswa semakin berani mengeksplorasi ide-ide kreatif, memanfaatkan potensi yang ada, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen.

Menurutnya, kemampuan menghasilkan produk yang menarik perlu diiringi dengan pemahaman mengenai strategi pemasaran, pengelolaan usaha, dan pengembangan kualitas produk agar peluang bisnis dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan, mulai dari proses menciptakan produk, menjaga kualitas, hingga memikirkan strategi pemasaran. Dengan begitu, kreativitas yang dimiliki dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” tuturnya.

Karya St. Nuraizah, Mahira, dan Aidil sekaligus menunjukkan bahwa peluang berwirausaha dapat dimulai dari hal sederhana. Dengan kreativitas dan kemauan untuk terus berinovasi, mahasiswa berpeluang menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai jual.

Pengembangan produk rajut ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa UMS Rappang serta menjadi langkah awal dalam membangun usaha mandiri sejak di bangku kuliah.

WD II FIK UMS Rappang Program Magang Jadi Momentum Mahasiswa Adminkes Membangun Jejaring Kerja

SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) diminta memanfaatkan program magang untuk menunjukkan kompetensi, etika profesi, dan kemampuan memberikan pelayanan kesehatan yang profesional. Pengalaman magang juga diharapkan menjadi peluang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dan membuka kesempatan kerja setelah menyelesaikan studi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan II FIK UMS Rappang, Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP, dalam kegiatan pelepasan dan pembekalan mahasiswa magang Prodi Adminkes yang digelar di ruang perkuliahan Prodi Adminkes, Jumat (23/10/2026).

Rusdi mengatakan, program magang tidak sekadar kegiatan akademik untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan. Lebih dari itu, magang menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperlihatkan kemampuan, kedisiplinan, serta etika dalam lingkungan kerja.

“Ini adalah momentum untuk membangun jejaring atau networking. Dari beberapa kegiatan magang sebelumnya, ada mahasiswa yang justru mendapatkan peluang untuk menjadi tenaga administrasi di tempat mereka magang,” ujar Rusdi.

Ia berharap pengalaman serupa dapat kembali dirasakan mahasiswa yang mengikuti program magang kali ini. Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut memiliki peluang untuk membangun hubungan profesional dengan instansi tempat mereka menjalani magang.

Namun, peluang itu harus diimbangi dengan kesungguhan mahasiswa dalam menunjukkan kualitas diri. Mahasiswa perlu memberikan kontribusi serta memperlihatkan kemampuan yang dapat menjadi nilai tambah bagi instansi tempat mereka bertugas.

“Kalau Anda hanya biasa-biasa saja, tidak ada hal menarik dan tidak ada kontribusi yang diberikan kepada tempat magang, tentu Anda tidak akan dilirik. Oleh karena itu, etika profesi dan keahlian harus ditunjukkan agar pihak instansi tertarik dengan kemampuan Anda,” jelasnya.

Rusdi menambahkan, sikap disiplin, kecermatan, profesionalisme, dan kepedulian sosial merupakan hal penting yang harus dimiliki mahasiswa selama menjalani magang. Sikap tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pimpinan instansi dalam menilai kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.

Menurutnya, mahasiswa Adminkes perlu memahami bahwa bidang administrasi kesehatan memiliki prospek kerja, antara lain di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Karena itu, pengalaman magang harus dimanfaatkan untuk membangun kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Program magang ini menjadi peluang untuk menunjukkan kemampuan, talenta, dan keahlian dalam memberikan pelayanan. Jika pimpinan melihat Anda bekerja dengan baik, cermat, disiplin, profesional, dan memiliki kepedulian sosial, insyaAllah peluang untuk direkrut menjadi tenaga administrasi akan terbuka,” tuturnya.

Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, Rusdi menegaskan bahwa kegiatan magang juga harus menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Pengetahuan dan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan harus diimplementasikan secara langsung di rumah sakit maupun puskesmas.

Ia berharap mahasiswa Adminkes UMS Rappang mampu membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi dan dapat diandalkan dalam mendukung pelayanan kesehatan.

“Teori yang Anda pelajari selama kuliah, sekarang saatnya diimplementasikan di rumah sakit, puskesmas dan apotek. Berikan dampak yang baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat melihat bahwa mahasiswa Administrasi Kesehatan UMS Rappang adalah mahasiswa yang bisa diandalkan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Rusdi berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat dan motivasi selama menjalani magang. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap positif agar tidak mengganggu kualitas pelayanan di tempat magang.

“Harapan saya, anak-anak semua tetap semangat dan selalu tersenyum. Jangan membawa masalah dari rumah ke tempat kerja hingga mengganggu pelayanan. Tetap semangat dan berikan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya.

Kegiatan pelepasan dan pembekalan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor II UMS Rappang, Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si., yang sekaligus membuka kegiatan, serta Ketua Prodi Adminkes, Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan lebih siap menjalani praktik lapangan, mengembangkan keterampilan profesional, serta menerapkan ilmu administrasi kesehatan secara langsung di lingkungan pelayanan kesehatan.

Prodi Administrasi Kesehatan UMS Rappang Gelar Pelepasan dan Pembekalan Mahasiswa Magang

SIDRAP — Program Studi (Prodi) Administrasi Kesehatan (Adminkes), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), menggelar pelepasan dan pembekalan mahasiswa magang, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang perkuliahan Prodi Adminkes tersebut dibuka oleh Wakil Rektor II UMS Rappang, Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si. Turut hadir Wakil Dekan II FIK, Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., serta Ketua Prodi Adminkes, Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.

Dalam sambutannya, Andi Astinah berpesan kepada mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalani magang, terutama ketika berinteraksi dengan tenaga kesehatan dan masyarakat di lokasi penempatan.

“Ketika Anda sudah berada di luar kampus, baik di puskesmas maupun di apotek, tolong jaga nama baik almamater,” pesannya.

Dia menegaskan, sikap dan perilaku mahasiswa selama menjalani magang turut memengaruhi penilaian instansi terhadap UMS Rappang. Karena itu, mahasiswa diminta menunjukkan etika, kedisiplinan, dan kemampuan memberikan pelayanan yang baik.

Menurutnya, mahasiswa yang mampu meninggalkan kesan positif berpeluang mendapatkan kepercayaan lebih besar dari tempat magang, termasuk kesempatan untuk kembali atau direkomendasikan bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kalau selesai magang lalu ada yang ditawarkan kembali, berarti Anda disukai di tempat tersebut. Tetapi kalau sampai mereka bertanya kapan mahasiswa UMS selesai dan tidak ingin lagi menerima mahasiswa kita, itu yang harus menjadi perhatian. Jadi, jaga nama baik almamater,” ujarnya.

Andi Astinah juga mengingatkan mahasiswa agar memahami karakteristik masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Menurutnya, pasien merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena sedang menghadapi persoalan kesehatan.

Dia mencontohkan perbedaan pelayanan di sektor perbankan dan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan, petugas harus lebih peka terhadap kondisi pasien dan keluarganya.

“Orang sakit itu cepat tersinggung karena sedang sakit. Kasihan mereka. Karena itu, saya berharap pelayanan terbaik tetap diberikan, meskipun Anda bukan tenaga medis,” katanya.

Dia menekankan, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga keramahan, kesabaran, komunikasi, dan kepedulian terhadap orang yang dilayani.

Menjelang keberangkatan mahasiswa, Andi Astinah berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan program magang dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat.

Dia juga berharap pengalaman magang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Prodi Adminkes, Fitriani Ridwan, mahasiswa angkatan 2023, mengatakan dirinya berharap pelaksanaan magang berjalan lancar dan mahasiswa dapat diterima dengan baik oleh pihak instansi tempat penempatan.

“Semoga kami lancar di tempat magang, meninggalkan kesan yang baik, dan diterima dengan baik oleh para pegawai. Semoga pengalaman ini juga bisa menjadi bahan evaluasi dan bekal bagi kami untuk bekerja ke depannya,” ujarnya.

Fitriani dijadwalkan menjalani magang di Puskesmas Rappang. Dia juga tengah mempersiapkan penelitian skripsi dengan judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien TB di UPT Puskesmas Rappang.

Dia berharap kegiatan magang dapat memberinya pengalaman langsung mengenai pelayanan kesehatan sekaligus membantu memahami persoalan yang nantinya berkaitan dengan penelitian akademiknya.

Melalui kegiatan pelepasan dan pembekalan ini, Prodi Adminkes FIK UMS Rappang diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja secara profesional, sekaligus membangun kepercayaan instansi terhadap kualitas lulusan UMS Rappang.

Prodi Magister Administrasi Publik UMS Rappang Jalani Asesmen Lapangan LAMSPAK Menuju Akreditasi Ung

SIDRAP — Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), menjalani asesmen lapangan oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK), Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang tersebut merupakan bagian dari proses akreditasi untuk mengevaluasi kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus mendorong Program Studi Magister Administrasi Publik meraih predikat Unggul.

Tim asesor terdiri dari Prof. Dr. Drs. Falih Suaedi, M.Si., akademisi Universitas Airlangga, dan Dr. Hayat, S.AP., M.Si., akademisi Universitas Islam Malang.

Asesmen ini dihadiri Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), pimpinan FISIP, dekan dan wakil dekan, serta pengelola Program Studi Magister Administrasi Publik.

Dalam proses asesmen, tim asesor melakukan pemeriksaan dan verifikasi dokumen, serta mengklarifikasi berbagai aspek penyelenggaraan program studi berdasarkan kriteria akreditasi. Proses tersebut juga mencakup pencocokan antara dokumen evaluasi diri yang telah disampaikan dengan kondisi faktual di lapangan.

Dalam arahannya, tim asesor menekankan bahwa asesmen lapangan menjadi kesempatan untuk mengklarifikasi berbagai aspek sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi secara bersama-sama.

Asesmen, menurut tim asesor, bukan sekadar proses penilaian administratif. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menggali potensi perguruan tinggi di berbagai daerah, termasuk institusi yang berada di luar pusat-pusat pendidikan besar.

Perguruan tinggi di daerah dinilai memiliki potensi dan keunggulan yang dapat dikembangkan untuk memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Pendidikan juga menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi kemiskinan.

Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., mengatakan asesmen lapangan tersebut merupakan bagian dari upaya universitas meningkatkan kualitas program studi dan memperluas capaian akreditasi Unggul.

"Kegiatan hari ini adalah asesmen lapangan untuk Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ini bagian dari proses akreditasi dalam rangka upaya UMS Rappang mencapai predikat Unggul untuk Prodi S2 Administrasi Publik," kata Dr. Rais saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, tim asesor melakukan pemeriksaan dan konfirmasi terhadap dokumen yang sebelumnya telah dikirimkan oleh program studi. Verifikasi tersebut bertujuan memastikan kesesuaian antara laporan evaluasi diri dengan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di lapangan.

"Alhamdulillah, sejak pagi kami bersama-sama mengecek dan mengonfirmasi dokumen-dokumen yang sudah dikirim, kemudian dicocokkan dengan kondisi di lapangan," ujarnya.

Dr. Rais berharap proses asesmen tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi langkah penting bagi Program Studi Magister Administrasi Publik untuk meraih akreditasi Unggul.

Menurutnya, peningkatan akreditasi merupakan bagian dari komitmen UMS Rappang dalam memperkuat mutu pendidikan dan mendorong semakin banyak program studi mencapai predikat terbaik.

Ia menyebutkan, UMS Rappang telah memiliki sejumlah program studi berpredikat Unggul, di antaranya S1 Administrasi Publik, S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris.

"Kami berharap S2 Administrasi Publik ini juga bisa mendapatkan akreditasi Unggul. Setelah ini, kami juga masih menunggu asesmen lapangan Program Studi Ilmu Pemerintahan yang direncanakan berlangsung dalam dua hingga tiga minggu ke depan," jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Rais mengungkapkan bahwa asesmen lapangan tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga menggali kekhasan dan keunggulan program studi yang dikembangkan UMS Rappang.

Salah satu fokus yang menjadi perhatian ialah konsep smart village atau desa cerdas serta tata kelola pemerintahan desa yang menjadi ciri pengembangan keilmuan di lingkungan UMS Rappang.

Menurutnya, tim asesor mendalami bagaimana keunggulan tersebut diterapkan dalam kurikulum, mata kuliah, serta kompetensi lulusan yang dihasilkan program studi.

"UMS Rappang mengangkat smart village dan tata kelola pemerintahan desa sebagai salah satu ikon. Ini yang juga digali oleh asesor, bagaimana keunggulan tersebut tergambar dalam mata kuliah, kurikulum, dan profil lulusan," ungkapnya.

Rangkaian asesmen juga mencakup pelibatan alumni dan pengguna lulusan untuk memperoleh gambaran mengenai relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, dalam sambutannya memaparkan sejarah singkat pendirian UMS Rappang serta perkembangan fakultas yang ada di lingkungan universitas.

Rektor juga menyambut kedatangan tim asesor dan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan asesmen lapangan tersebut. Ia meminta jajaran fakultas dan pengelola program studi bekerja sama menyiapkan seluruh dokumen serta data yang dibutuhkan asesor.

Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa hasil asesmen bukanlah akhir dari proses peningkatan mutu, melainkan menjadi bahan evaluasi dan pijakan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Melalui asesmen ini, UMS Rappang berharap Program Studi Magister Administrasi Publik semakin memperkuat kualitas tata kelola, proses pembelajaran, relevansi kurikulum, serta kontribusinya dalam pengembangan administrasi publik, khususnya tata kelola pemerintahan.

Asah Keberanian dan Unjuk Bakat, Ratusan Siswa SMP/MTs Ikuti FBB 2026 di UMS Rappang

SIDRAP — Sebanyak 15 sekolah tingkat SMP/MTs meramaikan Festival Bulan Bahasa (FBB) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang).

Kompetisi tingkat SMP/MTs tersebut berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, di Auditorium H. Zaini Razak dan sejumlah ruang kelas Gedung FKIP UMS Rappang. Para peserta mengikuti berbagai perlombaan yang dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa, bersastra, serta meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri.

Pada hari pertama, Rabu (21/10/2026), peserta berkompetisi dalam empat kategori, yakni membaca puisi, pidato bahasa Indonesia, menulis puisi dan cerpen, serta majalah dinding (mading).

Sementara itu, pada hari kedua, Kamis (22/10/2026), perlombaan ditutup dengan dua kategori, yaitu nyanyi solo dan osong sajak Bugis. Kedua kategori tersebut mendapat perhatian dari peserta yang tampil dengan penuh semangat, meski sebagian mengaku sempat gugup saat berada di hadapan dewan juri dan penonton.

Salah seorang peserta lomba nyanyi solo, Mutya Purnama dari MTs Negeri 1 Sidenreng Rappang, mengaku sempat merasa gugup ketika tampil. Namun, perasaan tersebut berangsur hilang setelah ia mulai menyanyikan lagu pilihannya.

“Waktu tampil sedikit deg-degan, tetapi akhirnya rileks saja,” kata Mutya.

Dalam perlombaan tersebut, Mutya membawakan lagu berbahasa Bugis. Ia mengaku telah terbiasa menyanyikan salah satu lagu tersebut, sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mempersiapkan penampilannya.

Pengalaman berbeda dirasakan Nur Aisyah, peserta dari SMP Negeri 6 Pangsid. Ia mengaku sempat terkejut dan gugup saat tampil karena melihat banyak orang yang menyaksikan perlombaan.

“Waktu tampil sempat kaget dan deg-degan karena banyak orang juga,” ujarnya.

Meski demikian, Nur Aisyah tetap berusaha menyelesaikan penampilannya. Ia memilih lagu wajib Tana Ogi Wanuakku dan lagu pilihan yang disukainya untuk ditampilkan di hadapan juri.

Sementara itu, pada kategori osong sajak Bugis, Muhammad Asril dari SMP Negeri 6 Pangsid mengaku telah memiliki pengalaman mengikuti perlombaan serupa. Ia mengatakan, persiapan untuk kompetisi FBB 2026 kali ini dilakukan selama sekitar empat hari.

Menurut Asril, lomba osong sajak Bugis menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal sekaligus menyampaikan pesan dan petuah dalam bahasa Bugis melalui penampilan di depan umum.

“Menurut saya, lomba seperti ini bagus karena bisa menambah kepercayaan diri dan keberanian berbicara di depan umum,” ungkapnya.

Baik Mutya, Nur Aisyah dan Asril berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan tampil di hadapan orang banyak serta mengurangi rasa malu dan gugup.

Festival Bulan Bahasa 2026 menjadi salah satu wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas di bidang bahasa dan sastra. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih berani mengekspresikan diri serta melestarikan bahasa dan budaya daerah, khususnya bahasa Bugis.

Adapun pengumuman pemenang dan penyerahan piala dijadwalkan berlangsung pada acara penutupan Festival Bulan Bahasa 2026, Rabu (28/10/2026), di UMS Rappang.

Tampil Totalitas, Peserta Lomba Puisi FBB 2026 UMS Rappang Gunakan Caping dan Riasan Lumpu

SIDRAP — Peserta Festival Bulan Bahasa (FBB) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) tampil kreatif saat mengikuti berbagai kategori lomba. Tak sekadar mengandalkan kemampuan berbahasa dan bersastra, para pelajar juga memaksimalkan penampilan untuk mendukung materi yang dibawakan.

Salah satunya terlihat pada lomba membaca puisi tingkat SMA/MA sederajat yang digelar di Auditorium H.Zaini Razak Kampus UMS Rappang, Jumat (23/10/2026). Sejumlah peserta tampil dengan kostum dan riasan unik untuk memperkuat penghayatan terhadap puisi yang dibacakan.

Sakina, siswi Madrasah Aliyah (MA) YMPI Rappang, misalnya, tampil dengan caping petani. Wajah dan pakaiannya dihiasi riasan menyerupai lumuran lumpur sehingga memberikan kesan seperti seorang petani.

Penampilan tersebut bukan tanpa alasan. Sakina sengaja menggunakan atribut itu untuk mendukung pesan puisi yang dibawakannya sekaligus memperkuat penghayatan saat tampil di hadapan dewan juri.

"Saya menggunakan hiasan, dekorasi, dan makeup seperti ini agar puisi yang saya bawakan lebih terhayati. Selain itu, kostum juga menjadi bagian dari penilaian juri," kata Sakina.

Dalam kompetisi tersebut, Sakina membawakan dua puisi, yakni Mata Luka Sengkon Karta dan Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini.

Menurutnya, kedua puisi tersebut memiliki pesan yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan hak-haknya.

Puisi Mata Luka Sengkon Karta menggambarkan perjuangan seorang petani yang menghadapi ketidakadilan setelah dituduh melakukan kejahatan. Sementara itu, puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini mengandung pesan tentang hak warga negara dan perjuangan untuk mempertahankannya.

Sakina mengaku senang dapat mengikuti FBB 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

"Festival Bulan Bahasa tahun ini sangat bagus dan memotivasi saya sebagai siswa untuk terus berkarya, menjadi orang yang kreatif, serta lebih percaya diri," ujarnya.

FBB 2026 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UMS Rappang. Kegiatan ini melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA sederajat.

Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berbahasa, bersastra, dan berbicara di depan umum. Selain berkompetisi, peserta juga berkesempatan menyalurkan kreativitas melalui beragam karya dan penampilan.

Rangkaian FBB 2026 berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/10/2026), di Kampus UMS Rappang.

Pada hari pertama, panitia menggelar enam kategori lomba, yakni monolog teatrikal, membaca puisi, menulis esai ilmiah, desain poster, voice over, dan motivator.

Sementara itu, pada Sabtu (24/10), kompetisi dilanjutkan dengan lomba nyanyi solo dan osong atau sajak Bugis.

Melalui kegiatan ini, FBB 2026 diharapkan menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, melestarikan bahasa dan sastra, serta membangun keberanian dalam menampilkan karya di hadapan publik.

Festival Bulan Bahasa 2026 UMS Rappang: 11 SMA/SMK/MA di Sidrap Berkompetisi Ajang Kreativitas dan B

SIDRAP – Sebanyak 11 sekolah tingkat SMA/SMK/MA mengikuti berbagai kategori lomba dalam ajang Festival Bulan Bahasa (FBB) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang).

Lomba tingkat SLTA tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/10/2026). Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari bidang sastra, penulisan, hingga kreativitas digital.

Pada hari pertama, Jumat (23/10), terdapat enam kategori lomba yang dipertandingkan, yakni monolog teatrikal, membaca puisi, menulis esai ilmiah, desain poster digital, voice over, dan motivator. Sementara itu, pada Sabtu (24/10), peserta akan mengikuti lomba nyanyi solo dan osong (sajak Bugis).

Salah satu sekolah yang turut berpartisipasi adalah UPT SMA Negeri 1 Sidrap. Sejumlah siswanya tidak hanya datang untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga memberikan dukungan kepada teman-teman mereka yang tampil pada hari pertama.

Salah seorang peserta, Nur Ilahi, misalnya, dijadwalkan mengikuti lomba nyanyi solo pada Sabtu. Namun, ia memilih hadir lebih awal untuk menyaksikan dan menyemangati teman-temannya yang berlomba pada Jumat.

Nur Ilahi mengaku keikutsertaannya dalam FBB 2026 menjadi pengalaman berharga, terlebih karena untuk pertama kalinya ia mengikuti lomba menyanyi solo di UMS Rappang.

“Menurut saya, kegiatan ini sangat seru dan menarik. Ini pertama kalinya saya datang ke UMS Rappang dan mengikuti lomba nyanyi solo untuk mewakili sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi pelajar untuk menambah pengalaman, membangun kepercayaan diri, dan belajar beradaptasi dalam suasana kompetisi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa menambah pengalaman. Kita juga bisa belajar beradaptasi, sehingga nantinya sudah punya bekal kalau mengikuti lomba-lomba lainnya,” tambahnya.

Selain Nur Ilahi, siswa UPT SMA Negeri 1 Sidrap lainnya, Mutmainnah Thamrin, mengikuti lomba motivator. Ia mengangkat gagasan tentang kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia dan keberanian generasi muda untuk menghasilkan karya yang dapat dikenal dunia.

Dalam lomba tersebut, Mutmainnah memilih judul Dari Kata Menjadi Karya: Dari Indonesia untuk Dunia. Tema itu dipilih karena dinilainya relevan dengan peran generasi muda dalam menjaga bahasa Indonesia sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.

“Menurut saya, temanya menarik. Generasi muda harus bangga menggunakan bahasa Indonesia dan berani menginspirasi dunia. Kita juga harus memanfaatkan teknologi dengan baik untuk menciptakan karya-karya,” tuturnya.

Peserta lainnya, Nesa Johara, mengikuti lomba menulis esai ilmiah. Ia mengaku mendapat tema mengenai upaya melestarikan bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Dalam kategori tersebut, peserta diberikan waktu 120 menit atau dua jam untuk menyelesaikan tulisan.

Sementara itu, Putri Salsabila mewakili sekolahnya dalam lomba desain poster digital. Ia mengangkat pesan tentang pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui desain posternya, Putri menyampaikan ajakan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan penggunaan bahasa baku, termasuk ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua.

“Isinya mengajak orang-orang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya menggambarkan seseorang yang mengoreksi kata-kata yang salah menjadi bentuk yang benar, serta penggunaan bahasa yang lebih sopan kepada orang yang lebih tua,” jelasnya.

Beragam pengalaman para peserta tersebut menunjukkan bahwa Festival Bulan Bahasa tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan berbahasa, dan memperluas pengalaman di luar lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, FBB 2026 diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah, sekaligus mendorong mereka untuk terus berkarya serta melestarikan kekayaan bahasa dan sastra Indonesia.

Magang Internasional di Taiwan, Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris UMS Rappang Kenalkan Kuliner Indones

TAIWAN – Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), memperkenalkan kuliner Indonesia kepada para manajer hotel di Taiwan melalui kegiatan makan malam bersama, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan para manajer bagian Restaurant, Housekeeping, dan Office. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pertemuan yang menjadi salah satu pengalaman berharga mahasiswa selama mengikuti program magang internasional.

Melalui hidangan khas Indonesia, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara, tetapi juga membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan rekan kerja dari latar belakang budaya berbeda.

Interaksi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, memahami budaya kerja internasional, serta meningkatkan kepercayaan diri di lingkungan profesional.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., berharap program magang internasional dapat memberikan pengalaman yang lebih luas bagi mahasiswa, tidak hanya dalam aspek keterampilan kerja, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi lintas budaya.

“Magang internasional bukan sekadar kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja di luar negeri. Lebih dari itu, mahasiswa dapat belajar berkomunikasi secara profesional, memahami perbedaan budaya, dan membangun kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan masyarakat internasional,” ujar Dr. Sam Hermansyah.

Menurutnya, pengenalan kuliner Indonesia menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan identitas bangsa sekaligus membangun hubungan yang positif di lingkungan kerja internasional.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan akademik dan profesional sekaligus menjadi representasi kampus dan budaya Indonesia di negara tempat mereka menjalani magang.

Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, terus mendorong mahasiswa memanfaatkan program magang internasional sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan.

“Manfaatkan kesempatan magang internasional ini untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, serta membangun etos kerja yang disiplin dan profesional. Jadilah pribadi yang terbuka untuk belajar, mampu menghargai perbedaan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta jati diri bangsa Indonesia,” harap Rektor.

Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkenalkan kampus dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Kami juga berharap mahasiswa dapat menjadi duta kampus yang membawa nama baik UMS Rappang sekaligus memperkenalkan keramahan dan kekayaan budaya Indonesia. Pengalaman di Taiwan hendaknya menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi bagi kampus serta masyarakat setelah kembali ke tanah air,” lanjut Prof. Jamaluddin Ahmad.

Program magang internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui praktik kerja secara langsung di lingkungan global. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk lulusan yang kompeten, adaptif, profesional, dan mampu bersaing di dunia kerja internasional.