ID EN AR

Berita

Mahasiswa FKIP UMS Rappang Diterjunkan ke Sekolah, Ini Pesan Rektor

Sidrap — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) membekali ratusan mahasiswa yang akan mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I. Para mahasiswa diminta tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memahami ekosistem sekolah sebagai bekal menjadi pendidik profesional.

Pembekalan dan pelepasan PLP I tersebut digelar di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (10/9/2026). Kegiatan mengusung tema "Mengenal Ekosistem Sekolah, Menguatkan Karakter, dan Menumbuhkan Profesionalisme Calon Pendidik di Era Digital AI."

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Dekan FKIP Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd., para ketua program studi, dosen dan tenaga kependidikan di lingkup FKIP, serta ratusan mahasiswa peserta PLP I.

Usai mengikuti pembekalan, mahasiswa PLP I akan diterjunkan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk melakukan observasi terhadap lingkungan sekolah, proses pembelajaran, karakter peserta didik, hingga aktivitas guru.

Dalam sambutannya, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad menekankan bahwa kegiatan PLP merupakan bagian penting dari proses pendidikan calon guru. Menurutnya, pembelajaran mahasiswa, khususnya pada semester-semester akhir, tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas kampus.

"Semester 5, 6, 7, 8 itu sebaiknya sudah bukan lagi pembelajarannya di kampus, tetapi pembelajarannya di luar. Kita bersyukur di FKIP ada PLP, mulai dari PLP I sampai PLP II," kata Prof. Jamaluddin Ahmad.

Ia berharap mahasiswa tidak memaknai PLP sekadar sebagai kegiatan datang ke sekolah, duduk, kemudian mengisi logbook. Mahasiswa diminta menjadikan PLP sebagai ruang belajar untuk memahami dunia pendidikan secara langsung.

"Jangan sekadar datang, duduk, mengisi logbook dan seterusnya. Yang lebih penting adalah apa yang dipelajari hari ini. Jadilah pembelajar yang baik," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof.Jamaluddin Ahmad menitipkan tujuh pesan kepada mahasiswa peserta PLP I antara lain mengenali sekolah sebagai sebuah ekosistem.

Menurut Rektor, sekolah tidak hanya sebatas gedung, guru, maupun siswa. Sekolah merupakan sebuah ekosistem yang terdiri atas berbagai unsur yang saling berkaitan.

Mahasiswa diminta mengamati bagaimana kepala sekolah menjalankan kepemimpinan, bagaimana guru berinteraksi dengan siswa, bagaimana proses belajar berlangsung, bagaimana tata tertib diterapkan, serta bagaimana budaya sekolah dibangun.

"Kenalilah sekolah sebagai sebuah ekosistem. Sekolah itu bukan hanya gedung, bukan hanya guru, bukan hanya murid atau siswa, tetapi sebuah ekosistem," ujarnya.

Selanjutnya memahami peserta didik. Rektor mengingatkan mahasiswa bahwa setiap peserta didik memiliki karakter, kemampuan, minat, latar belakang keluarga, hingga cara belajar yang berbeda.

Karena itu, calon guru harus mampu memahami karakter peserta didik sebelum menentukan pendekatan pembelajaran.

"Belajarlah memahami peserta didik. Setiap anak berbeda, baik kemampuan, karakter, latar belakang keluarga, minat, hobi maupun cara belajarnya," katanya.

berikutnya, menjadi pengamat yang baik. PLP I, kata Prof. Jamaluddin Ahmad pada dasarnya merupakan tahap awal bagi mahasiswa untuk melakukan observasi. Karena itu, mahasiswa harus mengamati berbagai aktivitas di sekolah secara sungguh-sungguh.

Mahasiswa dapat memperhatikan bagaimana guru menjelaskan materi, bagaimana siswa merespons pembelajaran, bagaimana guru menghadapi siswa yang kurang aktif, serta berbagai dinamika lain yang terjadi di lingkungan sekolah.

"Jadilah pengamat yang baik, jadilah observer yang baik. Tugas kita adalah melakukan observasi dan mencatatnya dalam logbook," tegasnya.

Selanjutnya memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak. Rektor meminta mahasiswa tidak menjadikan AI sebagai sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mendukung proses pembelajaran. Rektor juga meyakini bawa peran guru tidak dapat digantikan oleh AI.

yang terkahir Rektor meminta mahasiswa peserta PLP untuk terus menjaga nama baik almamater.

"Anak-anak sekalian sekarang adalah duta-duta UMS. Jaga nama baik FKIP UMS, jaga nama baik universitas," katanya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menerapkan nilai yang menjadi semangat UMS Rappang, yakni unggul, profesional, dan Islami.

"Unggul dalam kemampuan, profesional dalam pekerjaan, dan ingat Islam dalam bersikap dan berperilaku," ujarnya.

Rektor berharap mahasiswa dapat menunjukkan sikap disiplin, etika, keteladanan, serta perilaku Islami selama berada di sekolah tempat PLP.

Ia menegaskan, keberhasilan PLP tidak hanya diukur dari kelengkapan logbook atau terpenuhinya kewajiban administrasi. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru dari sekolah

FKIP UMS Rappang Lepas Mahasiswa PLP 1, Kenalkan Kultur Sekolah di Era Digital AI

SIDRAP — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) membekali ratusan mahasiswa sebelum terjun ke sekolah melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan dan kultur sekolah secara langsung.

Pembekalan sekaligus pelepasan PLP 1 tersebut digelar di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (10/9/2026). Kegiatan mengusung tema "Mengenal Ekosistem Sekolah, Menguatkan Karakter, dan Menumbuhkan Profesionalisme Calon Pendidik di Era Digital AI."

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Dekan FKIP Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd., para ketua program studi (kaprodi), dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FKIP UMS Rappang. Turut hadir ratusan mahasiswa yang menjadi peserta PLP 1.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum berada di lingkungan sekolah. PLP 1 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan observasi sekaligus mengenal kultur, lingkungan, dan aktivitas sekolah.

Salah seorang peserta PLP 1, Dandi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, mengaku telah memiliki gambaran mengenai kegiatan yang akan dijalani selama berada di sekolah.

"Yang saya bayangkan ketika PLP yaitu observasi di sekolah dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang ada di sana," kata Dandi.

Ia mengatakan, pada tahap PLP 1 mahasiswa belum diarahkan untuk mengajar secara penuh. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

"Jadi nanti di sana masih observasi, belum mengajar," ujarnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 5, Yusril. Menurutnya, salah satu persiapan penting sebelum mengikuti PLP adalah kesiapan mental karena mahasiswa akan berhadapan dengan lingkungan baru.

"Persiapan PLP ini paling siapkan mental karena akan bertemu lingkungan baru. Semoga teman-teman PLP saya satu frekuensi," ungkapnya.

Yusril menyebut peserta PLP nantinya ditempatkan dalam kelompok yang beranggotakan sekitar empat hingga lima mahasiswa. Ia sendiri akan menjalani PLP 1 di salah satu sekolah di Kabupaten Sidrap.

"Kalau saya di SMKN 5 Sidrap. Jadi siap-siap SMKN 5 Sidrap ketemu dengan saya," ujarnya sambil bercanda.

Sementara itu, Dekan FKIP UMS Rappang Dr. Muhammad Hanafi menjelaskan PLP 1 merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik.

"Tujuan PLP 1 ini adalah pengenalan budaya sekolah. Jadi anak-anak yang mengikuti PLP 1 akan diterjunkan ke lapangan persekolahan untuk melakukan observasi terkait dengan kultur sekolah," jelas Dr. Hanafi.

Ia menerangkan, pelaksanaan PLP 1 berlangsung selama empat pekan. Tahapan kegiatan diawali dengan pengelolaan administrasi, dilanjutkan pembekalan, kemudian mahasiswa melaksanakan kegiatan di lapangan persekolahan.

"Alokasi waktu untuk PLP 1 adalah empat pekan. Pekan pertama adalah pengelolaan administrasi, kemudian pembekalan, setelah itu dua pekan di lapangan persekolahan," terangnya.

Menurut Dr. Hanafi, kegiatan PLP 1 tidak hanya diarahkan agar mahasiswa memahami kondisi sekolah. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu membangun kompetensi yang menjadi bekal utama sebagai calon guru.

"Harapannya, melalui PLP 1 ini mahasiswa mendapatkan bekal kompetensi yang terkait dengan bidang keilmuannya, yakni kompetensi akademik, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial," pungkasnya.

Program PLP 1 diharapkan menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa FKIP UMS Rappang dalam memahami dunia pendidikan secara nyata. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses mempersiapkan calon pendidik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan pendidikan di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Mahasiswa Peduli, Bazar Amal HIMAP UMS Rappang Galang Rp1,2 Juta, Beras hingga Pakaian Bekas

Sidrap — Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Bazar Amal dan Live Music Spesial Perform Mahakustik. Kegiatan tersebut berhasil menggalang dana sebesar Rp 1,2 juta untuk membantu korban kebakaran di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan berlangsung di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Senin (7/9/2026) malam. Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WITA dan diikuti mahasiswa. 


Ketua Umum HIMAP FISIP UMS Rappang, Muh. Aryanda Mahatiranda Darwis, mengatakan dana yang terkumpul dari kegiatan bazar amal tersebut mencapai sekitar Rp 1,2 juta.

"Untuk hasil bazar tadi malam yang terkumpul kurang lebih sekitar Rp 1.200.000," kata Aryanda saat dihubungi, Selasa (8/9/2026).

Selain bantuan dalam bentuk uang, aksi sosial tersebut juga mendapat donasi berupa kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai. Donasi yang terkumpul di antaranya empat karung beras berukuran kecil, satu karung beras berukuran besar, serta sejumlah pakaian bekas yang masih layak digunakan.

"Selain uang, ada juga yang menyumbang berupa beras, empat karung yang kecil dan satu karung yang besar. Ada juga beberapa pakaian bekas," ujarnya.

Aryanda menjelaskan seluruh hasil penggalangan dana dan bantuan tersebut rencananya akan disalurkan secara langsung kepada warga terdampak kebakaran pada Rabu atau Kamis pekan ini.

"Rencananya akan disalurkan sekitar hari Rabu atau Kamis. Lokasinya di Cipotakari dan Teteaji," jelasnya.

Aksi sosial tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Cipotakari dan Desa Teteaji, Kabupaten Sidrap.

Musibah kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga ludes terbakar. Dalam peristiwa itu, satu orang warga juga dilaporkan mengalami luka bakar.

Menurut Aryanda, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkegiatan dan berkarya, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat dan sivitas akademika kampus ikut membantu warga yang sedang mengalami musibah.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan, baik dalam bentuk uang maupun barang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah ikut menyumbang dan membantu kegiatan ini. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah," katanya.

Aryanda berharap aksi sosial yang dilakukan HIMAP FISIP UMS Rappang tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan akibat bencana.

"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat. Mudah-mudahan bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban," pungkasnya.

BNI Rappang Apresiasi Kemajuan UMS Rappang: Makin Maju dan Signifikan

Kunjungan Silaturrahmi,  BNI Rappang Puji Perkembangan UMS Rappang

SIDRAP — Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. menerima kunjungan silaturahmi jajaran Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Rappang, Rabu (9/9/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang. Selain menjadi agenda silaturahmi, kunjungan BNI juga membahas tindak lanjut aktivasi layanan Cash Management UMS Rappang untuk mendukung transaksi keuangan kampus.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor UMS Rappang didampingi Wakil Rektor II Bidang Keuangan Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si., serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)/Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P.

Sementara dari pihak BNI Cabang Rappang hadir BBO BNI Cabang Rappang Nurul Fadilah Yamin, BTRM dari KCP Rappang Tazam Akbari, serta Revi Mariska selaku Bank Assurance BNI KCP Rappang.

Usai pertemuan, Nurul Fadilah Yamin mengatakan kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempererat silaturahmi dengan pimpinan UMS Rappang sekaligus menindaklanjuti terkait aktivasi layanan Cash Management.

"Jadi kami datang pertama untuk silaturahmi dengan bapak Rektor, kemudian yang kedua untuk follow up terkait aktivasi Cash Management UMS Rappang supaya bisa digunakan kembali untuk transaksi," ujar Nurul.

Ia menyebut proses aktivasi layanan tersebut berjalan lancar. Dengan telah aktifnya kembali Cash Management, UMS Rappang dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mendukung kebutuhan transaksi keuangan kampus.

"Alhamdulillah proses aktivasinya lancar dan aman. Sekarang Cash Management-nya sudah aktif dan sudah bisa digunakan kembali," katanya.

Nurul juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan UMS Rappang yang dinilainya menunjukkan kemajuan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Ia mengaku sebelumnya pernah berkunjung ke kampus UMS Rappang pada 2024 dan kini kembali bertugas di Rappang pada 2026. Menurutnya, terdapat sejumlah perubahan dan perkembangan yang terlihat cukup signifikan.

"Kalau saya lihat dari 2024 sampai 2026, ada banyak sekali perubahan. Semakin ada kemajuan, pembangunannya juga semakin signifikan. Saya lihat masih ada pembangunan yang terus berjalan," ungkapnya.

Nurul berharap perkembangan tersebut terus berlanjut sehingga UMS Rappang semakin maju dan sukses.

"Semoga UMS semakin maju, sukses, dan semuanya berjalan lancar," harapnya.

Sementara itu, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad menyambut baik kunjungan jajaran BNI Cabang Rappang tersebut. Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi dengan mitra perbankan merupakan bagian penting dalam mendukung pengelolaan keuangan perguruan tinggi yang semakin efektif dan profesional.

"UMS Rappang tentu menyambut baik silaturahmi dari BNI. Kami berharap kerja sama dan komunikasi yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung layanan transaksi dan pengelolaan keuangan kampus," ujar Prof. Jal.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara UMS Rappang dan BNI Cabang Rappang. 

"UMS memang menjadi salah satu nasabah yang kami kelola. Jadi kami mengupayakan setiap bulan ada silaturahmi ke UMS Rappang. Kebetulan hari ini pak Rektor ada dikampus, seperti kita ketahui jam terbang beliu tinggi jadi saat ada informasi kalau pak Rektor ada di kampus kami bersilaturahmi kembali untuk bulan September," Kata Nurul.

Kepala LP3M UMS Rappang Dipercaya Jadi Reviewer Monev Internal Hibah Pengabdian UMSI

SIDRAP — Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si., kembali mendapat kepercayaan sebagai reviewer dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSI).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (9/9/2026). Dr. Ahmad Mustanir dipercaya untuk melakukan review dan memberikan masukan terhadap pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang mendapatkan pendanaan hibah DPPM Tahun 2026 di UMSI.

Kepercayaan tersebut diberikan berdasarkan surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 1024/DST/C3/DT.05.00/2026 tentang Pemberitahuan Monitoring dan Evaluasi Internal Penelitian Tahun Anggaran 2026.

Melalui surat tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMSI meminta kesediaan Dr. Ahmad Mustanir untuk menjadi reviewer pada kegiatan Monev Internal Pengabdian kepada Masyarakat Hibah DPPM Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ahmad Mustanir tidak hanya melakukan penilaian terhadap capaian program, tetapi juga memberikan catatan dan rekomendasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Dr. Ahmad Mustanir mengatakan, kepercayaan sebagai reviewer merupakan bagian dari tanggung jawab akademik sekaligus kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Menjadi reviewer bukan hanya tentang memberikan penilaian, tetapi juga bagaimana memberikan masukan yang konstruktif agar program pengabdian dapat berjalan lebih baik, berdampak, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” kata Dr. Ahmad.

Menurutnya, kegiatan monev memiliki peran penting untuk memastikan program pengabdian yang memperoleh pendanaan hibah dapat dilaksanakan secara efektif, baik dari sisi capaian kegiatan maupun manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Ia juga berharap proses review dapat mendorong para dosen untuk terus meningkatkan kualitas program pengabdian, khususnya dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan solusi terhadap persoalan di tengah masyarakat.

“Harapannya, hasil monev ini tidak berhenti pada evaluasi administratif, tetapi juga menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas dan keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kepala LP3M UMS Rappang untuk terlibat dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi lain.

Menurut Prof. Jamaluddin, keterlibatan dosen UMS Rappang sebagai reviewer menunjukkan bahwa kapasitas dan kompetensi akademisi UMS Rappang semakin mendapat pengakuan.

“Kami tentu mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Ahmad Mustanir. Ini menjadi bukti bahwa kompetensi dosen UMS Rappang semakin dipercaya dan dibutuhkan dalam berbagai kegiatan akademik, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan dosen sebagai reviewer juga sejalan dengan komitmen UMS Rappang untuk terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak dosen UMS Rappang yang terlibat dalam kegiatan akademik di tingkat regional maupun nasional. Selain menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi, pengalaman tersebut juga akan memperkuat jejaring dan kualitas kelembagaan UMS Rappang,” tuturnya.

UMS Rappang Salurkan Beasiswa untuk 63 Mahasiswa, Rektor: Jangan Ada yang Berhenti Kuliah karena Bia

Sidrap — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menyalurkan beasiswa kepada 63 mahasiswa sebagai bentuk komitmen kampus dalam membantu mahasiswa yang mengalami kendala biaya pendidikan.

Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. kepada perwakilan mahasiswa dalam kegiatan penyerahan beasiswa Kampus UMS Rappang yang berlangsung di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III UMS Rappang Dr. Herman D., S.Pd., S.IP., M.Si., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Rappang Drs. H. Abd. Azis, M.Si., M.Pd., mahasiswa penerima beasiswa, serta orang tua atau wali mahasiswa.

Rektor melalui Wakil Rektor III, Rektor UMS Rappang menegaskan bahwa persoalan biaya tidak boleh menjadi alasan bagi mahasiswa untuk menghentikan pendidikannya.

"Pak Rektor menyampaikan bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya. Karena itu, kampus mencanangkan program bantuan UKT bagi mahasiswa yang betul-betul membutuhkan," ujar Dr. Herman.

Menurutnya, pada tahun ini sebanyak 63 mahasiswa menerima bantuan melalui program beasiswa internal UMS Rappang. Program tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

"Tahun ini yang disalurkan kepada 63 mahasiswa dan insyaAllah program ini akan terus berlanjut. Beasiswa ini merupakan beasiswa dari internal kampus yang dihimpun melalui LAZISMU," jelasnya.

Ia mengatakan, pemberian beasiswa tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan kampus agar mahasiswa dapat terus meningkatkan kompetensi dan prestasinya.

"Kami berharap beasiswa ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi diri, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik," katanya.

Program beasiswa internal UMS Rappang tersebut diberikan melalui proses seleksi internal kampus. Penerimanya diprioritaskan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan pembiayaan pendidikan.

Program tersebut melengkapi sejumlah skema beasiswa yang selama ini dapat diakses mahasiswa UMS Rappang, di antaranya KIP Kuliah, beasiswa LAZISMU, Beasiswa ADik Difabel, Beasiswa KALLA, Beasiswa Unggulan, serta Beasiswa UMS Rappang.

Khusus program bantuan UKT/SPP dari internal UMS Rappang, tahun 2026 menjadi pelaksanaan perdana. Kampus memastikan program tersebut akan terus dievaluasi dan diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen mendukung keberlanjutan studi mahasiswa.

Sementara itu, Ketua BPH UMS Rappang Drs. H. Abd. Azis, M.Si., M.Pd. berpesan kepada para penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mahasiswa sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang terpaksa menghentikan kuliah karena persoalan biaya.

"Harapan kami, setelah mendapat beasiswa ini, pertama betul-betul dimanfaatkan. Kedua, sesuai dengan harapan Pak Rektor, jangan sampai ada mahasiswa yang berhenti kuliah gara-gara uang kuliah," ujar Abd. Azis.

Ia menambahkan, mahasiswa penerima beasiswa diharapkan menggunakan bantuan tersebut secara tepat sehingga dapat menunjang keberlangsungan pendidikan mereka.

"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan betul sesuai dengan peruntukan daripada beasiswa ini," pungkasnya.

Penyaluran beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian UMS Rappang terhadap pendidikan mahasiswa. Melalui program bantuan UKT/SPP, kampus berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studinya.

Bukan Turun ke Jalan, Mahasiswa UMS Rappang Galang Dana Korban Kebakaran Lewat Musik

Sidrap — Beragam cara dilakukan Mahasiswa untuk membantu sesama, seperti yang akan dilakukan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), mereka akan menggalang dana dengan menggelar aksi sosial, namun kali ini mereka tidak turun ke jalan, akan tetapi dengan cara kreatif lewat Bazar Amal dan  Live Music Spesial Perform Mahakustik.

Kegiatan tersebut akan digelar pada Senin (7/9/2026) malam mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang.

Aksi tersebut digelar untuk membantu korban kebakaran yang terjadi di Desa Cipotakari dan Desa Teteaji, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Musibah tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga ludes terbakar dan satu orang mengalami luka bakar.

Ketua Umum HIMAP FISIP UMS Rappang, Muh. Aryanda Mahatiranda Darwis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

"Sedikit yang kita beri sangat berarti bagi mereka. Mari bersama-sama kita ringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," kata Aryanda saat dihubungi, Senin (7/9/2026).

Menurut Aryanda, HIMAP juga membuka kesempatan bagi mahasiswa, masyarakat, alumni, hingga para dermawan untuk ikut menyalurkan bantuan.

Donasi dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari uang tunai, pakaian layak pakai, sembako, hingga kebutuhan lainnya yang diperlukan para korban.

"Untuk semua keuntungan dari bazar kami akan kami salurkan langsung kepada korban bencana. Barangkali ada teman-teman yang berminat memberikan donasi dalam bentuk barang atau sembako, boleh juga dibawa ke bazar," ujarnya.

Aryanda berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak kebakaran.

"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah kecil yang memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, jangan lupa datang dan meramiakan kegiatan kami." pungkasnya.

Dua Dosen UMS Rappang Dipercaya Jadi Reviewer Monev Penelitian dan PKM Universitas Tomakaka

Mamuju — Dua dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) dipercaya menjadi reviewer dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal/Eksternal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 di Universitas Tomakaka. Kedua dosen tersebut yakni Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Muhaniah, S.T.P., M.P. Mereka ditugaskan sebagai reviewer dalam kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Tomakaka.

Monev digelar secara daring melalui Zoom Meeting/Google Meet pada Minggu (6/9/2026). Keterlibatan dua dosen UMS Rappang tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai reviewer, Dr. Sam Hermansyah dan Dr. Muhaniah bertugas melakukan penilaian secara objektif dan profesional terhadap pelaksanaan program. Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan masukan serta rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas penelitian, pengabdian, dan luaran yang dihasilkan.

Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kedua dosen tersebut.

"Kami mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Dr. Sam Hermansyah dan Dr. Muhaniah atas kepercayaan yang diberikan sebagai reviewer Monev Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tomakaka," kata Jamaluddin.

Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan menjunjung tinggi objektivitas dan profesionalisme.

Menurutnya, keterlibatan dosen UMS Rappang sebagai reviewer di perguruan tinggi lain juga dapat memperluas jejaring akademik. Hal itu dinilai penting dalam memperkuat kolaborasi serta reputasi UMS Rappang di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tanratupattanabali, Dr. Muhammad Ybnu Taufan, S.Pd., S.E., M.Pd., M.M., CIPA, berharap Monev dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan akuntabilitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

"Kami berharap kehadiran para reviewer dapat memberikan penilaian yang objektif, profesional, dan konstruktif. Semoga hasil monitoring dan evaluasi ini mampu mendorong peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Tomakaka Mamuju, Sahril, S.Pd.I., M.Pd. Ia berharap proses Monev berlangsung transparan dan menghasilkan rekomendasi yang dapat mendorong peningkatan kualitas program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami berharap para reviewer dapat memberikan evaluasi secara objektif dan masukan yang konstruktif kepada para pelaksana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," kata Sahril.

Ia menilai kehadiran Dr. Sam Hermansyah dan Dr. Muhaniah sebagai reviewer dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu program dan luaran penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di Universitas Tomakaka.

Keterlibatan dua dosen UMS Rappang dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang untuk membangun ekosistem akademik yang berkualitas, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat

KKN Angkatan VIII UMS Rappang Resmi Ditarik, Kepala LP3M Apresiasi Kontribusi Mahasiswa

Sidrap — Rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VIII Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi berakhir. Para mahasiswa yang ditempatkan di 41 desa ditarik kembali ke kampus setelah menjalani program KKN selama kurang lebih dua bulan. Penutupan KKN Expo sekaligus penarikan mahasiswa KKN Angkatan VIII digelar di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut ditutup Wakil Rektor I Bidang Akademik UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si., mewakili Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.

Penutupan tersebut menjadi momentum akhir dari seluruh rangkaian KKN Angkatan VIII yang sebelumnya dilaksanakan di 41 desa di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Selain penarikan mahasiswa, kegiatan juga dirangkaikan dengan KKN Expo yang berlangsung selama dua hari. Expo tersebut menjadi ajang mahasiswa menampilkan berbagai produk, kreativitas, serta hasil program yang telah mereka kerjakan selama berada di lokasi KKN.

Dalam kesempatan itu, UMS Rappang melalui Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa KKN dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Penghargaan diberikan berdasarkan sejumlah kategori penilaian yang telah ditetapkan panitia. Kepala LP3M UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si., mengatakan seluruh mahasiswa KKN telah ditarik dari posko masing-masing maupun lokasi kecamatan.

"Selama kurang lebih dua hari kita melaksanakan KKN Expo yang merupakan penutupan dari seluruh rangkaian kegiatan KKN kita," kata Dr.Ahmad Mustanir dalam sambutannya.

Menurutnya, pelaksanaan KKN mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu juga terlihat dari berbagai aktivitas mahasiswa yang turut mendapat perhatian di media sosial.

"Alhamdulillah selama pelaksanaan kegiatan KKN, respons masyarakat, terutama juga di media sosial, luar biasa. Saya melihat bagaimana adik-adik memperlihatkan kegiatan KKN dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang," ujarnya.

Dr. Ahmad menilai seluruh posko KKN telah memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.

"Pada dasarnya seluruh posko saya anggap adalah posko-posko terbaik dengan segala kelebihan, kekurangan dan keunikannya masing-masing," tuturnya.

Ia berharap berbagai program yang telah dilaksanakan mahasiswa selama KKN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman akademik dan sosial bagi mahasiswa.

"Apa pun yang telah kita lakukan dalam kegiatan KKN, kita ikhlaskan sehingga bisa memberikan kemanfaatan bagi kita dan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Sidrap," katanya.

Dr. Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada para DPL yang telah mendampingi mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Ia berharap kontribusi mahasiswa dan DPL dapat terus dirasakan masyarakat meski program KKN telah berakhir.

"Segenap kepada Bapak dan Ibu DPL kami sampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya karena telah berupaya semaksimal mungkin mendampingi mahasiswa untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Pengalaman Magang di Taiwan Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang

Sidrap — Pengalaman mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjalani magang di Taiwan menjadi objek penelitian dalam ujian skripsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Penelitian tersebut dilakukan Jumriana melalui skripsi berjudul “Cross Cultural Communication Among English Department Interns of Muhammadiyah Sidenreng Rappang in Taiwanese Hotels”.

Ujian skripsi digelar di Ruangan Ujian FKIP UMS Rappang, Kamis (3/9/2026). Penelitian Jumriana membahas pengalaman komunikasi lintas budaya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris selama mengikuti program magang di sejumlah hotel di Taiwan.

Topik tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa yang kini semakin banyak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman akademik maupun profesional di lingkungan internasional.

Melalui penelitian ini, pengalaman magang tidak hanya dilihat sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi dengan orang dari latar belakang budaya berbeda, serta memahami karakteristik komunikasi di dunia kerja internasional.

Dalam ujian tersebut, Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai Chairman Examiner. Sementara Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd. sebagai Secretary Examiner.

Adapun Syahrir L., S.Pd., M.Pd. dan IsumarnI, S.Pd., M.Pd. masing-masing bertindak sebagai pembimbing pertama dan kedua. Sedangkan Nurul Faradillah, S.Pd., M.Pd. sebagai Member Examiner.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan penelitian yang mengangkat pengalaman mahasiswa selama mengikuti program magang internasional memiliki nilai strategis bagi pengembangan kompetensi lulusan.

Menurutnya, pengalaman bekerja di lingkungan dengan latar belakang budaya berbeda dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka.

“Kami berharap penelitian ini tidak hanya menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi lintas budaya, beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional, serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja global,” kata Sam.

Dr. Sam menambahkan, pengalaman mahasiswa selama menjalani magang di Taiwan juga dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa lainnya.

“Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris akan terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman akademik dan profesional yang lebih luas, termasuk melalui program magang internasional. Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk menjadi lulusan yang kompeten, berkarakter, berdaya saing, dan mampu beradaptasi di tingkat internasional,” ujarnya.

Menurutnya, penelitian yang berangkat dari pengalaman langsung mahasiswa di dunia kerja dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan profesional.

Pelaksanaan ujian skripsi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang. Kegiatan ini diharapkan mendorong semakin banyak penelitian mahasiswa yang mengangkat isu aktual, inovatif, serta memiliki keterkaitan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja global.