By Widia Awalia
32 Sekolah Ramaikan Festival Bulan Bahasa 2026 UMS Rappang
SIDRAP — Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Dr. Jumiati Lanta, S.Pd., M.Pd., mengajak generasi muda untuk mencintai dan menjaga bahasa Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas bangsa yang memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Bahasa itu kekuatan, bahasa itu memiliki power, bahasa itu identitas, bahasa itu adalah diri kita. Bahasa memberikan begitu banyak manfaat dan energi positif ketika kita mampu menghadirkan dan menguasai bahasa itu sendiri,” kata Jumiati saat membuka sambutannya dalam Festival Bulan Bahasa (FBB) 2026 di Auditorium H. Zaini Razak, UMS Rappang, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMS Rappang tersebut diikuti perwakilan 32 sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Festival tahun ini mengusung tema “Bahasa Menyatukan, Sastra Menghidupkan, Kreativitas Menjadi Karya”. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, mengapresiasi sastra, sekaligus mengembangkan kreativitas melalui berbagai perlombaan.
Jumiati mengatakan, Festival Bulan Bahasa merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan terhadap bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
“Kita bersama-sama menghidupkan kembali semangat untuk menghargai kekayaan bangsa. Bahasa adalah kekayaan kita. Jangan sampai bahasa ini menjadi punah di tengah-tengah generasi muda Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga eksistensi bahasa Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu memahami pentingnya bahasa sebagai identitas sekaligus alat pemersatu bangsa. Jumiati mencontohkan, sebuah kalimat yang disampaikan dengan semangat kebangsaan dapat membangkitkan motivasi dan menggerakkan banyak orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan tindakan masyarakat.
“Kalau tidak ada bahasa persatuan, bagaimana kita bisa saling mengerti? Maka saya ingin mengajak para hadirin dan anak-anakku sekalian, mari bersama-sama kita menghargai dan mewujudkan penghargaan kita dalam bentuk cinta terhadap bahasa Indonesia,” tuturnya.
Selain bahasa, ia menjelaskan bahwa sastra berperan sebagai medium untuk menyampaikan pengalaman hidup manusia melalui ungkapan yang indah dan bernilai estetis. Sementara itu, kreativitas menjadi jembatan untuk mengolah bahasa dan sastra menjadi karya yang memiliki nilai budaya.
“Dengan daya pikir dan daya kreasi, kita bisa menghadirkan bahasa dan sastra dalam bentuk karya yang memiliki nilai budaya tinggi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan FBB 2026, panitia menghadirkan sejumlah pembaruan, khususnya pada cabang perlombaan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Dua di antaranya adalah lomba desain poster digital dan voice over. Kedua kategori tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan berbahasa sekaligus mengasah kreativitas melalui media digital.
Jumiati berharap, inovasi dalam cabang perlombaan tersebut dapat menjadi pengalaman baru bagi peserta. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan kategori yang dapat dipertahankan dan dikembangkan pada pelaksanaan tahun berikutnya.
“Kami berharap lomba-lomba ini menjadi familiar bagi peserta FBB. Tentu ke depan akan kita evaluasi lagi apakah lomba ini akan kita pertahankan tahun depan atau tidak,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan festival tersebut sebagai ruang belajar, bukan semata-mata ajang untuk meraih kemenangan. Menurutnya, kompetisi dapat membantu peserta mengenali kemampuan, mengukur kompetensi, serta memahami kekurangan diri sebagai bekal untuk terus berkembang.
“Jadikan FBB ini sebagai ruang berkreasi, ruang untuk mengasah kompetensi diri, ruang untuk menilai kemampuan diri, sekaligus ruang untuk merefleksikan kemampuan dan kelemahan diri,” pesannya.
Ia menambahkan, kemampuan mengenali kekurangan dan menindaklanjutinya merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri. Menutup sambutannya, Jumiati menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta agar berani berkarya dan tidak membatasi diri dalam meraih prestasi.
“Tidak semua orang bisa menjadi orang hebat, tetapi orang hebat bisa datang dari mana saja. Barangkali salah satu dari para peserta FBB,” pungkasnya.
Festival Bulan Bahasa 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FKIP UMS Rappang, Dr. Suhartini Khalik, S.Pd., M.Pd. Pembukaan tersebut turut dihadiri dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, guru pendamping, serta para peserta dari berbagai sekolah.
Artikel Lainnya :
- Tujuh Dosen UMS Rappang Terpilih Jadi Calon Reviewer RisetMu Batch X 2026
- Dosen dan Mahasiswa Bahasa Inggris UMS Rappang Bawa Inovasi Pembelajaran Digital di 6 Sekolah
- Mahasiswa UMS Rappang Kenalkan Media Ajar Digital di Dua Sekolah Dasar
- Rektor UMS Rappang Temui Mahasiswa Magang di Taiwan, Serap Masukan untuk Evaluasi Program
- Di Taman Kota Taiwan, Rektor UMS Rappang Mendengar Cerita dan Merawat Harapan Mahasiswa
Unit Terkait
Unit akademik yang disebut dalam informasi ini.
Berita Terkait
Berita lain yang masih berhubungan dengan informasi ini.
