By Widia Awalia
Belajar Langsung dari Masyarakat, Mahasiswa UMS Rappang Rampungkan PBL I di Desa Bamba Puang
ENREKANG – Program
Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas
Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi menarik mahasiswa peserta
Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) I yang dirangkaikan dengan seminar akhir,
Senin (2/2/2026).
Kegiatan penarikan
mahasiswa berlangsung di Desa Bamba Puang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten
Enrekang, dan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Rappang,
Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P. Acara ini dihadiri Ketua Program Studi
Administrasi Kesehatan, dosen pembimbing, tenaga kependidikan, serta Kepala
Desa Bamba Puang, Abdul Muis.
Dalam sambutannya,
Pratiwi Ramlan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa
Bamba Puang atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan PBL
I.
“Pemerintah desa
telah menjadi mitra yang sangat kooperatif dalam mendukung mahasiswa kami
melakukan pengkajian dan pembelajaran langsung di masyarakat. Ini menjadi
pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami persoalan kesehatan secara
nyata,” ujar Pratiwi.
Ia menjelaskan, PBL
I bertujuan untuk melatih mahasiswa melakukan analisis masalah kesehatan
masyarakat berbasis bukti ilmiah (evidence-based), sekaligus merumuskan
perencanaan program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Koordinator desa
PBL I, Muh. Fardan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan PBL I
dilaksanakan pada 20 Januari hingga 2 Februari 2026, dengan melibatkan 40
mahasiswa yang dibagi ke dalam tiga posko di sejumlah dusun, yakni Kotu,
Galappo, Benteng Banua, Pulauan, dan Pattaliran.
Metode pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara langsung kepada kepala keluarga, observasi
kondisi rumah dan lingkungan, serta pengolahan data menggunakan Statistical
Package for the Social Sciences (SPSS) sebagai alat analisis statistik dan
manajemen data.
Hasil PBL I
menunjukkan sejumlah masalah kesehatan prioritas, di antaranya perilaku
konsumsi mi instan yang tinggi, kejadian batuk, serta penyakit tidak menular
seperti hipertensi, yang diperparah oleh persoalan pengelolaan sampah rumah
tangga. Mayoritas sampah masih dikelola dengan cara dibakar, sementara limbah
cair dialirkan ke saluran terbuka.
Selain itu, faktor
perilaku dan rendahnya pengetahuan masyarakat terkait gizi seimbang, Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengelolaan lingkungan turut memengaruhi
kondisi kesehatan masyarakat. Meski demikian, observasi juga menunjukkan kondisi
positif, di mana 100 persen rumah warga telah memiliki ventilasi yang memenuhi
syarat kesehatan, yakni lebih dari 10 persen luas lantai.
Sebagai tindak
lanjut, mahasiswa merekomendasikan agar Pemerintah Desa Bamba Puang mendukung
penyediaan fasilitas edukasi kesehatan, mengaktifkan kembali kegiatan kerja
bakti rutin, serta mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang ramah
lingkungan.
Sementara itu, puskesmas setempat diharapkan dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan kesehatan, pembinaan PHBS, pemantauan status gizi dan kejadian batuk secara berkala, serta meningkatkan frekuensi Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya bagi kelompok lanjut usia.
Kegiatan PBL I ini
juga menjadi sarana mempererat kemitraan strategis antara Program Studi
Administrasi Kesehatan UMS Rappang dengan pemerintah desa dalam mendukung
peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Artikel Lainnya :
- Audit Pembelajaran, Prodi Bisnis Digital UMS Rappang Perkuat Mutu Akademik Lewat KKD Fakultas
- Delapan Mahasiswa S2 UMS Rappang Benchmarking ke Malaysia, Thailand, dan Singapura
- Perkuat Mutu Akademik, Prodi Agribisnis UMS Rappang Jalani Reakreditasi
- Tahap Penentuan SK Tendik Tetap, BPH UMS Rappang Gelar Wawancara Staf hingga Petugas Keamanan
- Mahasiswa Pascasarjana UMS Rappang Presentasi di Kampus Thailand, Angkat Isu Layanan Publik
