ID EN AR
BEM FISIP UMS Rappang Gelar Pelantikan, Upgrading dan Raker, Usung Semangat Revitalisasi Gerakan By Widia Awalia  07 Okt 2026, 09:36:05 WIB

BEM FISIP UMS Rappang Gelar Pelantikan, Upgrading dan Raker, Usung Semangat Revitalisasi Gerakan

SIDRAP - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pelantikan pengurus, upgrading, dan rapat kerja (raker) periode kepengurusan baru 2026-2027. Kegiatan tersebut mengusung tema "Revitalisasi Gerakan, Menghidupkan Gagasan dan Menguatkan Kolaborasi".

Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, 6-7 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung di lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (6/10/2026).

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Dekan II FISIP UMS Rappang, Muhammad Ikbal, S.Sos., M.Si. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan serah terima kepengurusan dari Ketua BEM FISIP periode sebelumnya, Rezki Anugrah Sayyadi, kepada Ketua BEM FISIP yang baru, Aswandi Putra.

Dalam sambutannya, Rezki mengatakan pergantian kepengurusan bukan sekadar menandai berakhirnya satu periode, tetapi menjadi momentum untuk mempertanggungjawabkan seluruh proses yang telah dilakukan sekaligus melanjutkan perjuangan organisasi.

"Hari ini bukan sekadar berakhirnya sebuah kepengurusan. Hari ini adalah tentang bagaimana kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan, apa yang akan kita mulai, apa yang akan kita perjuangkan dan apa yang telah kita wariskan," kata Rezki.

Ia menyampaikan, perubahan kepengurusan merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi. Menurutnya, mahasiswa yang sebelumnya aktif di tingkat himpunan dapat melanjutkan proses pengabdiannya melalui BEM maupun organisasi lainnya.

Rezki juga mengingatkan pengurus baru agar mampu melihat berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan harus diimbangi dengan kepedulian terhadap berbagai persoalan, seperti ketimpangan sosial, krisis ekonomi, krisis energi, persoalan lingkungan, hingga budaya apatis di kalangan generasi muda.

"Di tengah kondisi seperti ini, mahasiswa tidak boleh menjadi penonton perubahan karena kita adalah penggerak perubahan dan akan membawa perubahan," ujarnya.

Sebagai mahasiswa FISIP, lanjut Rezki, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memahami dan mengawal dinamika sosial serta kebijakan publik yang berkembang.

Ia menilai BEM menjadi salah satu wadah mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, melakukan kontrol terhadap kebijakan, sekaligus memberikan gagasan dan solusi atas persoalan yang terjadi di masyarakat.

"Perjuangan itu banyak. Perjuangan bisa hadir di dalam ruang kelas, ketika kita membantu sesama, ketika kita mengawal aspirasi mahasiswa, ketika kita mengkritik dan berargumen, serta ketika kita menggunakan ilmu untuk menyelesaikan persoalan masyarakat," katanya.

Menurut Rezki, gerakan mahasiswa tidak selalu harus diwujudkan melalui suara yang lantang. Kepedulian dan keberanian untuk tetap mengambil sikap ketika sebagian orang memilih tidak peduli juga merupakan bagian dari gerakan.

Sementara itu, Ketua BEM FISIP UMS Rappang yang baru, Aswandi Putra, mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan organisasi sebagai ruang untuk melahirkan gagasan dan mengambil tanggung jawab.

Ia mengutip pemikiran Paulo Freire yang menyebut pendidikan tidak secara langsung mengubah dunia, tetapi pendidikan mengubah manusia, kemudian manusia yang mengubah dunia.

Menurut Aswandi, pemikiran tersebut relevan dengan peran mahasiswa yang tidak hanya dituntut memperoleh ilmu di ruang kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan melalui organisasi dan pengabdian.

"Ketika kita masuk dalam kampus dan aktif dalam sebuah organisasi serta mengambil sebuah jabatan, maka kita mengambil tanggung jawab untuk dapat mengubah dunia itu sendiri," kata Aswandi.

Aswandi juga menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Ia meminta 14 pengurus yang dilantik dapat menyelesaikan tanggung jawab masing-masing hingga akhir periode kepengurusan.

"Ketika kalian sudah mengambil sebuah tanggung jawab, maka selesaikan sebagaimana mestinya. Ketika kalian dilantik hari ini, berarti kalian harus menyelesaikan tanggung jawab sampai akhir," tegasnya.

Ia berharap tidak ada lagi pengurus yang hanya aktif ketika kegiatan berlangsung, tetapi tidak hadir ketika organisasi mempertanggungjawabkan seluruh program kerja pada akhir periode.

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan BEM FISIP UMS Rappang periode baru untuk menjalankan program kerja melalui rangkaian upgrading dan rapat kerja. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas pengurus, menyusun agenda organisasi, serta membangun kolaborasi di lingkungan FISIP UMS Rappang.

Dengan tema "Revitalisasi Gerakan, Menghidupkan Gagasan dan Menguatkan Kolaborasi", kepengurusan baru BEM FISIP UMS Rappang diharapkan mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih aktif, kritis, bertanggung jawab, dan relevan dengan persoalan masyarakat.