By Ayu Anjeliani
Dr. Sam Hermansyah Tekankan Pentingnya Refleksi dan Analisis Konteks dalam Pembekalan UKPPPG 2026
SIDRAP — Dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Dr. Sam Hermansyah, S.Pd.I., M.Pd., membekali peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu untuk menghadapi Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) 2026.
Pembekalan tersebut berlangsung dalam kegiatan Diklat Pembelajaran Terbimbing yang diselenggarakan UMS Rappang secara daring melalui Google Meet pada 20–21 Oktober 2026.
Dalam kegiatan itu, Dr. Sam membawakan materi persiapan Uji Tertulis Berbasis Komputer (UTBK), meliputi struktur ujian, Pedagogical Content Knowledge (PCK), Situational Judgement Test (SJT), hingga strategi menyusun jawaban studi kasus reflektif.
Dr. Sam menekankan pentingnya memahami konteks persoalan pembelajaran sebelum menentukan solusi. Menurutnya, peserta perlu menghubungkan tujuan pembelajaran, kebutuhan peserta didik, strategi mengajar, serta bukti hasil asesmen untuk mengambil keputusan pedagogik yang tepat.
“Peserta harus memahami terlebih dahulu inti persoalan pembelajaran yang dihadapi. Setelah itu, hubungkan dengan kebutuhan peserta didik, tujuan pembelajaran, strategi yang digunakan, serta hasil asesmen agar solusi yang dipilih benar-benar tepat,” jelas Dr. Sam.
Pada materi studi kasus reflektif, peserta diarahkan untuk menguraikan empat unsur utama, yakni masalah yang dihadapi, upaya penyelesaian, hasil tindakan, dan pelajaran yang diperoleh untuk memperbaiki praktik pembelajaran.
“Dalam menjawab studi kasus, jangan hanya berfokus pada masalah. Peserta juga perlu menjelaskan tindakan yang dilakukan, hasil yang diperoleh, dan pembelajaran yang bisa diambil untuk memperbaiki proses mengajar ke depannya,” tambahnya.
Ia menjelaskan, jawaban studi kasus perlu didasarkan pada pengalaman nyata serta didukung bukti yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran.
Selain penguatan materi, pembekalan juga membahas kesiapan perangkat, pengaturan ruang ujian, tata tertib, serta konsekuensi pelanggaran. Pemahaman aspek teknis tersebut diperlukan agar peserta dapat mengikuti UTBK secara tertib, mandiri, dan sesuai ketentuan.
Dr. Sam berharap pembekalan tersebut dapat membantu peserta meningkatkan pemahaman materi, mengasah kemampuan bernalar, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi UKPPPG.
“Persiapan UKPPPG bukan hanya belajar untuk menjawab soal, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru untuk merefleksikan kompetensi dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran. Karena itu, peserta perlu mempersiapkan diri dengan baik, menjaga integritas, dan tetap percaya diri,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, berharap peserta memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama mengikuti rangkaian UKPPPG. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari karakter guru profesional.
Melalui kegiatan ini, UMS Rappang berharap peserta PPG tidak hanya mampu menghadapi ujian dengan baik, tetapi juga menerapkan kompetensi yang diperoleh untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Artikel Lainnya :
- Beda dengan Tahun Lalu Festival Bulan Bahasa 2026 UMS Rappang Bakal Diikuti Siswa SD/MI
- 10 Calon Penerima Beasiswa ADiK Difabel UMS Rappang Ikuti Seleksi Wawancara Kemdiktisaintek
- Dorong Pembentukan Karakter dan Prestasi Mahasiswa, UMS Rappang Gelar HIMALOGISTA Volleyball Cup I
- HIMALOGISTA Volleyball Cup I: Ajang Memperkuat Persaudaraan dan Sportivitas Mahasiswa UMS Rappang
- Asah Kreativitas, HIMPOSIP UMS Rappang Gelar Pelatihan Desain Grafis
Berita Terkait
Berita lain yang masih berhubungan dengan informasi ini.
