ID EN AR
KKN UMS Rappang Latih Ibu-ibu PKK Desa Mario Bikin Brownies Kukus untuk Dikembangkan Jadi Produk UMK By Widia Awalia  11 Agu 2026, 13:09:45 WIB

KKN UMS Rappang Latih Ibu-ibu PKK Desa Mario Bikin Brownies Kukus untuk Dikembangkan Jadi Produk UMK

SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pelatihan pembuatan brownies kukus bagi ibu-ibu PKK Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pelatihan ini diarahkan untuk mendorong keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha rumahan.

Kegiatan berlangsung di kediaman Kepala Desa Mario, H. Andi Maesur, Dusun Mario, Kamis (6/8/2026). Sekitar 20 peserta mengikuti pelatihan yang juga melibatkan mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Kegiatan mengusung tema "Pelatihan Pembuatan Brownies Kukus" dengan fokus pada peningkatan pendapatan UMKM Desa Mario melalui produksi dan pemasaran brownies kukus.

Mahasiswa KKN UMS Rappang menghadirkan Chef Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, sebagai instruktur.

Chef Damayanti memberikan materi sekaligus mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan brownies kukus. Peserta diajarkan mulai dari mengenali bahan, teknik penimbangan, pencampuran adonan, pengolahan bahan, hingga teknik pengukusan.

"Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membuat brownies kukus. Masyarakat dapat mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual dengan memperhatikan kualitas, inovasi, kemasan, penetapan harga, dan strategi pemasaran," kata Damayanti.

Setelah demonstrasi, peserta diberi kesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan brownies kukus. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pengukusan.

Peserta juga berdiskusi mengenai peluang brownies kukus dikembangkan sebagai produk usaha rumahan. Produk tersebut dinilai dapat dipasarkan di lingkungan sekitar maupun melalui platform digital.

Damayanti mengatakan brownies kukus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk UMKM karena proses produksinya relatif mudah. Selain itu, produk dapat dikreasikan melalui berbagai varian rasa, bentuk, dan kemasan.

"Yang penting bukan hanya bisa membuat produknya, tetapi bagaimana produk itu memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., Koordinator Desa (Kordes) Kelvin Surya Dharmadhi, serta Kepala Desa Mario H. Andi Maesur.

Kegiatan juga melibatkan ibu-ibu PKK Desa Mario dan mahasiswa KKN UNHAS sebagai bagian dari kolaborasi pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMS Rappang berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong masyarakat menggali potensi ekonomi desa.

Transfer keterampilan melalui praktik langsung diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan secara mandiri.

Pelatihan brownies kukus ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan produk UMKM Desa Mario. Dengan inovasi produk, kemasan yang menarik, strategi pemasaran, serta pendampingan berkelanjutan, brownies kukus berpeluang menjadi salah satu produk usaha masyarakat desa.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen KKN UMS Rappang dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan, kreativitas, dan kewirausahaan yang sesuai dengan potensi desa.