ID EN AR
LLDIKTI Puji UMS Rappang, Sudah Kelola S1 hingga S3, Kini Perkuat Guru Besar By Widia Awalia  13 Jul 2026, 15:08:34 WIB

LLDIKTI Puji UMS Rappang, Sudah Kelola S1 hingga S3, Kini Perkuat Guru Besar

SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Angkatan VIII yang dirangkaikan dengan pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Usman, M.S.Pd., S.IP., M.Pd., di Auditorium H. Zaini Razak, Sabtu (11/7/2026).

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Ambo Asse, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerussalem, S.T., M.T., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Dr. Andi Lukman, Ketua Ikatan Alumni UMS Rappang yang juga Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif, jajaran pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta para orang tua wisudawan.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Dr. Andi Lukman menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan dua momentum akademik penting tersebut. Menurutnya, pengukuhan guru besar dan wisuda dalam satu rangkaian menjadi bukti kemajuan serta kematangan UMS Rappang sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang.

"Atas nama LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, kami mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Usman yang telah dikukuhkan sebagai Guru Besar. Jabatan guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi yang menjadi kebanggaan tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi daerah dan dunia pendidikan tinggi," ujarnya.

Andi Lukman mengungkapkan, hingga saat ini jumlah guru besar di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara masih relatif terbatas. Dari sekitar 13 ribu dosen yang tersebar di wilayah Sulawesi, baru sekitar 267 orang yang berhasil meraih jabatan akademik guru besar.

Karena itu, kehadiran guru besar baru di UMS Rappang dinilai menjadi pencapaian yang patut diapresiasi sekaligus diharapkan mampu menginspirasi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas akademik.

"Guru besar bukan hanya sebuah prestasi pribadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab melahirkan guru besar-guru besar berikutnya melalui pembinaan dan pendampingan kepada para dosen," katanya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Rektor UMS Rappang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dosen dan tenaga pendidiknya.

Andi Lukman menyebut UMS Rappang kini telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang mengelola program pendidikan secara lengkap, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3).

"Kalau sudah memiliki program S1, S2, S3, ditambah guru besar, berarti perguruan tinggi ini sudah memiliki fondasi akademik yang kuat. Tinggal bagaimana kualitasnya terus ditingkatkan," ujarnya.

Ia juga menyoroti peningkatan jumlah dosen bergelar doktor di UMS Rappang yang dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui kajian-kajian ilmiah.

"Kalau pemerintah daerah membutuhkan kajian akademik dalam menyusun kebijakan, saya kira UMS Rappang sudah memiliki sumber daya yang mampu memberikan kontribusi," tambahnya.

Selain itu, Andi Lukman memberikan apresiasi terhadap implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diterapkan UMS Rappang. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan keterampilan dan pembentukan karakter mahasiswa.

Ia juga memuji program magang yang dijalankan kampus, termasuk kesempatan mahasiswa mengikuti magang hingga ke luar negeri.

"Keterampilan tidak cukup diperoleh di ruang kelas. Mahasiswa harus banyak belajar langsung di dunia industri, pemerintahan maupun dunia usaha agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Lukman turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap para lulusan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, profesional, berintegritas, serta siap memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Selamat kepada seluruh wisudawan. Hari ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat. Jadilah lulusan yang membawa manfaat dan mampu memberikan solusi di mana pun berada," tutupnya.