By Widia Awalia
Mahasiswa FKIP UMS Rappang Diterjunkan ke Sekolah, Ini Pesan Rektor
Sidrap — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) membekali ratusan mahasiswa yang akan mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I. Para mahasiswa diminta tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memahami ekosistem sekolah sebagai bekal menjadi pendidik profesional.
Pembekalan dan pelepasan PLP I tersebut digelar di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (10/9/2026). Kegiatan mengusung tema "Mengenal Ekosistem Sekolah, Menguatkan Karakter, dan Menumbuhkan Profesionalisme Calon Pendidik di Era Digital AI."
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Dekan FKIP Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd., para ketua program studi, dosen dan tenaga kependidikan di lingkup FKIP, serta ratusan mahasiswa peserta PLP I.
Usai mengikuti pembekalan, mahasiswa PLP I akan diterjunkan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk melakukan observasi terhadap lingkungan sekolah, proses pembelajaran, karakter peserta didik, hingga aktivitas guru.
Dalam sambutannya, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad menekankan bahwa kegiatan PLP merupakan bagian penting dari proses pendidikan calon guru. Menurutnya, pembelajaran mahasiswa, khususnya pada semester-semester akhir, tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas kampus.
"Semester 5, 6, 7, 8 itu sebaiknya sudah bukan lagi pembelajarannya di kampus, tetapi pembelajarannya di luar. Kita bersyukur di FKIP ada PLP, mulai dari PLP I sampai PLP II," kata Prof. Jamaluddin Ahmad.
Ia berharap mahasiswa tidak memaknai PLP sekadar sebagai kegiatan datang ke sekolah, duduk, kemudian mengisi logbook. Mahasiswa diminta menjadikan PLP sebagai ruang belajar untuk memahami dunia pendidikan secara langsung.
"Jangan sekadar datang, duduk, mengisi logbook dan seterusnya. Yang lebih penting adalah apa yang dipelajari hari ini. Jadilah pembelajar yang baik," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof.Jamaluddin Ahmad menitipkan tujuh pesan kepada mahasiswa peserta PLP I antara lain mengenali sekolah sebagai sebuah ekosistem.
Menurut Rektor, sekolah tidak hanya sebatas gedung, guru, maupun siswa. Sekolah merupakan sebuah ekosistem yang terdiri atas berbagai unsur yang saling berkaitan.
Mahasiswa diminta mengamati bagaimana kepala sekolah menjalankan kepemimpinan, bagaimana guru berinteraksi dengan siswa, bagaimana proses belajar berlangsung, bagaimana tata tertib diterapkan, serta bagaimana budaya sekolah dibangun.
"Kenalilah sekolah sebagai sebuah ekosistem. Sekolah itu bukan hanya gedung, bukan hanya guru, bukan hanya murid atau siswa, tetapi sebuah ekosistem," ujarnya.
Selanjutnya memahami peserta didik. Rektor mengingatkan mahasiswa bahwa setiap peserta didik memiliki karakter, kemampuan, minat, latar belakang keluarga, hingga cara belajar yang berbeda.
Karena itu, calon guru harus mampu memahami karakter peserta didik sebelum menentukan pendekatan pembelajaran.
"Belajarlah memahami peserta didik. Setiap anak berbeda, baik kemampuan, karakter, latar belakang keluarga, minat, hobi maupun cara belajarnya," katanya.
berikutnya, menjadi pengamat yang baik. PLP I, kata Prof. Jamaluddin Ahmad pada dasarnya merupakan tahap awal bagi mahasiswa untuk melakukan observasi. Karena itu, mahasiswa harus mengamati berbagai aktivitas di sekolah secara sungguh-sungguh.
Mahasiswa dapat memperhatikan bagaimana guru menjelaskan materi, bagaimana siswa merespons pembelajaran, bagaimana guru menghadapi siswa yang kurang aktif, serta berbagai dinamika lain yang terjadi di lingkungan sekolah.
"Jadilah pengamat yang baik, jadilah observer yang baik. Tugas kita adalah melakukan observasi dan mencatatnya dalam logbook," tegasnya.
Selanjutnya memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak. Rektor meminta mahasiswa tidak menjadikan AI sebagai sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mendukung proses pembelajaran. Rektor juga meyakini bawa peran guru tidak dapat digantikan oleh AI.
yang terkahir Rektor meminta mahasiswa peserta PLP untuk terus menjaga nama baik almamater.
"Anak-anak sekalian sekarang adalah duta-duta UMS. Jaga nama baik FKIP UMS, jaga nama baik universitas," katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menerapkan nilai yang menjadi semangat UMS Rappang, yakni unggul, profesional, dan Islami.
"Unggul dalam kemampuan, profesional dalam pekerjaan, dan ingat Islam dalam bersikap dan berperilaku," ujarnya.
Rektor berharap mahasiswa dapat menunjukkan sikap disiplin, etika, keteladanan, serta perilaku Islami selama berada di sekolah tempat PLP.
Ia menegaskan, keberhasilan PLP tidak hanya diukur dari kelengkapan logbook atau terpenuhinya kewajiban administrasi. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru dari sekolah
Artikel Lainnya :
- FKIP UMS Rappang Lepas Mahasiswa PLP 1, Kenalkan Kultur Sekolah di Era Digital AI
- Mahasiswa Peduli, Bazar Amal HIMAP UMS Rappang Galang Rp1,2 Juta, Beras hingga Pakaian Bekas
- BNI Rappang Apresiasi Kemajuan UMS Rappang: Makin Maju dan Signifikan
- Kepala LP3M UMS Rappang Dipercaya Jadi Reviewer Monev Internal Hibah Pengabdian UMSI
- UMS Rappang Salurkan Beasiswa untuk 63 Mahasiswa, Rektor: Jangan Ada yang Berhenti Kuliah karena Bia
