By Widia Awalia
UMS Rappang dan PKBM Assikolaki Cetak Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Olahan Produk Unggas
SIDRAP – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assikolaki Formasi Mallomo bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar pelatihan pengolahan produk unggas bagi ibu rumah tangga dan remaja putri di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (22/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang itu merupakan bagian dari program Tailor Made Training Pengolahan Produk Unggas hasil kerja sama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Pangkep, Kementerian Ketenaga Kerjaan RI dengan Yayasan Formasi Mallomo.
Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yang akan berlangsung selama 10 hari. Selama pelatihan, peserta dibekali teori dan praktik pengolahan produk unggas hingga dipersiapkan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat kompetensi.
Kegiatan pembukaan dihadiri Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si, Ketua Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., yang juga bertindak sebagai instruktur utama, serta Lurah Maccorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Arwang, S.E., M.A.P.
Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk melahirkan peserta yang benar-benar memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
“Pelatihan ini berbasis kompetensi. Harapannya peserta benar-benar memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan di masyarakat, baik menjadi pelaku usaha maupun tenaga pengajar. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan karena manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai Laboratorium Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang memiliki fasilitas dan tenaga pengajar yang kompeten sehingga mampu menghasilkan lulusan pelatihan yang berkualitas.
“Kami percaya kualitas instruktur dan dosen di Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang tidak kalah dengan institusi lain. Karena itu kami berharap seluruh pengalaman dan keterampilan yang dimiliki para instruktur dapat ditransfer kepada peserta,” katanya.
Dr. Rais mengungkapkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan sangat tinggi. Namun, kuota peserta pada angkatan kedua masih dibatasi sebanyak 16 orang sesuai ketentuan program.
“Ke depan kami berharap jumlah angkatan bisa ditambah. Setelah program dari kementerian selesai, Yayasan Formasi Mallomo juga akan berupaya melanjutkan kegiatan ini secara mandiri agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Maccorawalie, Arwang, SE,.M.A.P menilai pelatihan tersebut sejalan dengan potensi Kabupaten Sidrap sebagai salah satu sentra peternakan unggas di Sulawesi Selatan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mendorong lahirnya pelaku UMKM baru. Sidrap terkenal dengan produksi telur dan unggasnya. Melalui pelatihan ini masyarakat belajar mengolah telur maupun daging unggas menjadi berbagai produk bernilai tambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Menurut Arwang, pengembangan usaha berbasis potensi lokal juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, Ketua Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua dari kerja sama antara Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang dengan PKBM Assikolaki Yayasan Formasi Mallomo.
“Ini merupakan angkatan kedua. Sebelumnya pelatihan serupa telah dilaksanakan pada Juni lalu dengan jumlah peserta yang sama, yakni 16 orang,” katanya.
Chef Damayanti menjelaskan selama 10 hari peserta akan mengikuti tiga unit kompetensi utama, yakni penerapan higiene dan sanitasi, kebersihan area kerja dan peralatan, teknik dasar memasak, serta pengolahan produk unggas.
“Setelah seluruh materi selesai, peserta akan mengikuti uji kompetensi. Jika dinyatakan kompeten, mereka akan memperoleh sertifikat kompetensi yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pelatihan angkatan pertama mendapat respons positif. Para peserta berhasil menghasilkan 12 produk olahan unggas yang dipamerkan pada akhir kegiatan dan memperoleh apresiasi dari para pengunjung.
“Kami berharap pelatihan angkatan kedua ini juga mampu melahirkan produk-produk inovatif sekaligus mencetak wirausaha baru yang dapat mengembangkan potensi unggas sebagai komoditas unggulan Kabupaten Sidrap,” pungkasnya.(*)
Artikel Lainnya :
- Masuki Fase III Hilirisasi Riset, UMS Rappang Gelar FGD dan Pelatihan Pengelola TPS3R
- Dosen UMS Rappang, UM Kendari, & NEUST Filipina Kolaborasi Publikasi Jurnal Pengabdian Internasional
- Mahasiswa KKN UMS Rappang Turut Sukseskan Panen Perdana IP 300 di Bila Riase
- Perkuat Tridarma hingga Pelindungan Kekayaan Intelektual, UMS Rappang&Kemenkum Sulsel JalinKerjasama
- UMS Rappang Pacu Peningkatan Mutu, BPM Siapkan Audit Internal hingga Pendampingan Akreditasi
