ID EN AR
Wisuda 172 Lulusan, Rektor UMS Rappang: Jadilah Kebanggan Almamater By Widia Awalia  16 Jul 2026, 08:28:48 WIB

Wisuda 172 Lulusan, Rektor UMS Rappang: Jadilah Kebanggan Almamater

SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Angkatan VIII di Auditorium H. Zaini Razak, Sabtu (11/7/2026). Sebanyak 172 lulusan resmi diwisuda dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pengukuhan Guru Besar keempat UMS Rappang, Prof. Dr. Usman, M.S.Pd., S.IP., M.Pd.

Prosesi wisuda dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Ambo Asse, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerussalem, S.T., M.T., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Dr. Andi Lukman, Ketua Ikatan Alumni UMS Rappang yang juga Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif, jajaran sivitas akademika, serta para tamu undangan.

Dalam laporannya, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa dari total 172 wisudawan, sebanyak 13 orang merupakan lulusan program magister dan 159 orang lulusan program sarjana. Ia juga mengungkapkan sejumlah mahasiswa yang sebelumnya mengikuti wisuda secara daring di Taiwan turut hadir mengikuti prosesi wisuda secara langsung di kampus.

Ia menambahkan, UMS Rappang belum meluluskan mahasiswa program doktor karena program tersebut baru berjalan satu tahun. Namun, pihaknya optimis dalam dua tahun ke depan universitas akan melahirkan doktor-doktor pertama.

Pada kesempatan tersebut, UMS Rappang juga mengukuhkan Prof. Dr. Usman sebagai guru besar keempat. Dengan pengukuhan tersebut, UMS Rappang kini memiliki empat profesor aktif.

"Alhamdulillah, berkat dukungan pemerintah melalui LLDIKTI Wilayah IX, UMS Rappang kini memiliki empat guru besar. Ini menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus meningkatkan jenjang akademiknya," kata Prof. Jamaluddin.

Di bidang akademik, Prof. Jamaluddin menyebut UMS Rappang terus mengembangkan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

Salah satunya adalah meningkatnya jumlah mahasiswa yang mengikuti program magang internasional. Hingga saat ini, 43 mahasiswa UMS Rappang menjalani magang di luar negeri, terutama di Taiwan.

Empat mahasiswa telah menyelesaikan program magang selama satu tahun di Taiwan dan kembali ke Indonesia. Menurut Rektor, pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberikan penghasilan yang cukup besar selama mengikuti program.

Ia bahkan menyatakan keinginannya merekrut salah seorang alumni magang Taiwan menjadi dosen UMS Rappang setelah menyelesaikan pendidikan magister.

"Kami ingin anak-anak yang memiliki pengalaman internasional kembali mengabdi di kampus ini," katanya.

Saat ini UMS Rappang memiliki 21 program studi, terdiri atas satu program doktor, tiga program magister, dan selebihnya program sarjana.

Program doktor yang dimiliki adalah Doktor Administrasi Publik, sedangkan program magister meliputi Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia.

Rektor juga mengungkapkan sejumlah dosen UMS Rappang berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Salah seorang dosen bahkan diterima di empat universitas internasional, masing-masing di Taiwan, China, dan Inggris. Selain itu, dosen lainnya sedang menempuh studi di Hungaria dan Turki melalui beasiswa penuh dari pemerintah negara masing-masing.

Menurut Prof. Jamaluddin, capaian tersebut menunjukkan kualitas dosen UMS Rappang mampu bersaing di tingkat internasional.

Menutup laporannya, Prof. Jamaluddin berpesan kepada seluruh lulusan agar terus belajar dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan.

Ia mengajak para alumni menjadi pribadi yang inovatif dengan memperkenalkan akronim GILA, yakni Gerak, Inovasi, Langsung Action.

"Jangan berhenti belajar. Jadilah alumni yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan. Terus beradaptasi di mana pun berada dan jadilah kebanggaan almamater," pesannya.

Ia menegaskan, meski telah resmi menyandang status alumni, para lulusan tetap menjadi bagian dari keluarga besar UMS Rappang yang akan terus mendapat perhatian dan dukungan dari almamater.