ID EN AR
Rektor UMS Rappang Tutup Pesma 2026, Titip 3 Pesan untuk Mahasiswa Baru By Widia Awalia  28 Agu 2026, 15:01:46 WIB

Rektor UMS Rappang Tutup Pesma 2026, Titip 3 Pesan untuk Mahasiswa Baru

SIDRAP — Pesantren Mahasiswa (Pesma) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi ditutup. Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad berpesan kepada mahasiswa baru agar menjadi pribadi yang cekatan, mampu beradaptasi, dan terus belajar.

Pesma UMS Rappang berlangsung selama empat hari sejak Senin (24/8/2026) hingga Kamis (27/8/2026). Kegiatan dipusatkan di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang dan ditutup Rektor pada Kamis (27/8/2026) malam.

Penutupan Pesma turut dihadiri jajaran pimpinan UMS Rappang, mulai dari para wakil rektor, BPH, dekan, ketua program studi, kepala lembaga dan biro, hingga dosen. Hadir pula mewakili Bupati Sidrap, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Drs. Nasruddin Waris, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof Jamaluddin menyampaikan tiga pesan yang diharapkan menjadi bekal mahasiswa baru selama menjalani pendidikan di UMS Rappang.

Pesan pertama, mahasiswa diminta menjadi pribadi yang cekatan dan tidak hanya menunggu perintah.

"Jadilah mahasiswa yang cekatan, mahasiswa yang tidak mesti harus menunggu perintah, mahasiswa yang tidak mesti harus didikte A, B, C, D, tetapi berusaha untuk mengisi dirinya sendiri," katanya.

Menurutnya, dunia perguruan tinggi berbeda dengan masa sekolah. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mencari bahan pembelajaran, berdiskusi dengan teman, berkomunikasi dengan dosen, serta aktif mengembangkan kemampuan diri.

"Jangan jadi mahasiswa yang menunggu," tegasnya.

Ia mengatakan perkembangan teknologi juga memberikan ruang yang semakin luas bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri. Berbagai sumber pembelajaran dapat diakses melalui internet maupun platform pembelajaran digital.

Pesan kedua, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

"Kemampuan beradaptasi itu penting karena yang bisa beradaptasi itulah yang bisa bertahan dengan berbagai macam gempuran teknologi seperti sekarang," ujarnya.

Rektor mengatakan UMS Rappang berupaya menyediakan berbagai fasilitas agar mahasiswa dapat mengembangkan potensi dan kompetensinya. Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi dan berbagai platform pembelajaran yang tersedia.

"Di kampus ini meskipun kita tinggal di kampung, tetapi jangan sampai kita kampungan," katanya.

Ia mencontohkan pemanfaatan pembelajaran terbuka yang memungkinkan mahasiswa mengikuti mata kuliah atau pembelajaran dari luar kampus, termasuk dari perguruan tinggi di negara lain, selama memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai.

Selain itu,Prof. Jamaluddin mendorong mahasiswa mengembangkan berbagai keahlian sesuai minat dan bakat masing-masing. Menurutnya, mahasiswa tidak harus memiliki kompetensi yang sama meski berada dalam program studi yang sama.

"Ada yang memiliki keahlian seni, olahraga, menari, menyanyi, debat dan sebagainya. Di kampus ini kita fasilitasi semua itu," jelasnya.

Pesan ketiga, mahasiswa diminta terus belajar. Prof. Jamaluddin menegaskan proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.

"Semua aktivitas itu saya jadikan sebagai proses pembelajaran. Kenapa? Karena hari ini tidak sama dengan kemarin, besok tidak sama dengan hari ini," tuturnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan kuliah. Menurutnya, kompetensi dan keahlian harus menjadi prioritas selama menjalani pendidikan.

"Jangan hanya Anda datang ke kampus ini untuk memperoleh ijazah. Yang nomor satu itu adalah kompetensi keahlian," katanya.

Prof. Jamaluddin mencontohkan kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, hingga kemampuan bekerja sama sebagai kompetensi yang penting dimiliki mahasiswa.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru aktif mengikuti organisasi dan berbagai kegiatan kampus. Menurutnya, organisasi dapat menjadi wadah untuk melatih kemampuan mengambil keputusan, membangun kemitraan, dan berkomunikasi dengan mahasiswa lainnya.

Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 405 mahasiswa baru mengikuti rangkaian Pesma UMS Rappang. Rektor bersyukur seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai dalam kondisi sehat.

"Alhamdulillah, kita bersyukur tidak ada yang gugur. Semua sehat-sehat, semua merasa enjoy," katanya.

Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kepesantrenan, akademik, administrasi umum, keuangan, kemahasiswaan, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Peserta juga mengikuti materi dari fakultas dan program studi masing-masing.

Penutupan Pesma kemudian dirangkaikan dengan malam ramah tamah. Dalam kegiatan tersebut diumumkan peserta terbaik, dilaksanakan penyematan jas almamater dan kartu identitas mahasiswa, serta penampilan bakat dari masing-masing kelompok mahasiswa baru.

Prof. Jamaluddin berharap seluruh rangkaian Pesma menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk bertransformasi dari masa remaja menuju pribadi yang lebih dewasa, mandiri, adaptif, dan memiliki kompetensi.

"Jadilah mahasiswa yang cekatan, mampu beradaptasi, dan terus belajar," pesannya.