By Widia Awalia
UMS Rappang Perkuat Komitmen Cegah Kekerasan di Lingkungan Kampus
SIDENRENG
RAPPANG — Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi
(PPKPT) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus
memperkuat langkah konkret dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan
bebas dari kekerasan. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan pertemuan evaluasi
bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, yang digelar pada Rabu, (22
Oktober 2025), di Gedung Rektorat lantai 4 UMS Rappang.
Pertemuan
tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat bulanan sebelumnya, dengan
fokus pada evaluasi implementasi kebijakan serta efektivitas program pencegahan
kekerasan di lingkungan kampus. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III
Bidang Kemahasiswaan, Dr. Herman Demma, S.Pd., M.Si, Ketua PPKPT, Dr. Ir. Drs.
H. Muh. Tamrin, S.T., M.M., I.P.P, unsur LPPI (Lembaga Pengkajian dan
Pengembangan Institusi) H. Irwan, S.IP., M.A.P., serta sejumlah dosen dan tim
pendukung lainnya.
Dalam arahannya,
Dr. Herman Demma menyampaikan apresiasi terhadap kinerja dan konsistensi PPKPT
UMS Rappang yang telah aktif menjalankan berbagai program pencegahan kekerasan,
terutama melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemahasiswaan di luar
kampus. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan secara sistematis dan
berkesinambungan, bukan hanya saat insiden terjadi. “Program pencegahan ini
jangan sampai kendor. Semua pihak, baik dosen, prodi, maupun mahasiswa, harus
berperan aktif memastikan setiap kegiatan berjalan dengan aman, sehat, dan
mendidik,” tegasnya.
Sementara itu,
Ketua PPKPT, Dr. Muh. Tamrin, menambahkan bahwa langkah pencegahan akan
diperkuat dengan mekanisme rekomendasi dari program studi dan fakultas, uji
kelayakan kegiatan, serta penyusunan rundown acara yang mencantumkan penanggung
jawab tiap bagian. Ia menilai sistem ini penting untuk memastikan setiap
kegiatan kemahasiswaan memiliki pengawasan dan pendampingan yang jelas. Baik
PPKPT, Wakil Rektor III, maupun LPPI berkomitmen untuk terus berkolaborasi
dalam memperkuat budaya kampus yang humanis, inklusif, dan bebas dari segala
bentuk kekerasan. UMS Rappang berharap langkah ini dapat menjadi contoh nyata
bagi perguruan tinggi lain dalam menerapkan nilai-nilai pencegahan kekerasan
berbasis pendidikan dan keteladanan.
Artikel Lainnya :
- Mahasiswa Agroteknologi UMS Rappang Persiapkan Lahan di Desa Carawali
- UMS Rappang Perkuat Pembelajaran Vokasi Melalui Pendampingan Deep Learning
- Mahasiswa Administrasi Kesehatan UMS Rappang Angkatan IV Membersamai Kegiatan Cek Kesehatan Gratis
- FIK UMS Rappang jalin Sinergi dengan FIKES UMPAR : Persiapan Akreditasi jadi Fokus Utama
- HIMAPET UMS Rappang Rayakan Milad Ke-6 di Bukit Saressang
