ID EN AR
Profesor UMS Rappang Bedah Proposal Disertasi 10 Calon Doktor Administrasi Publik By Widia Awalia  21 Jul 2026, 13:42:05 WIB

Profesor UMS Rappang Bedah Proposal Disertasi 10 Calon Doktor Administrasi Publik

Makassar, – Sebanyak 10 mahasiswa Program Doktor (S3) Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti Kolokium Disertasi . Forum akademik tersebut menjadi tahapan penting untuk menguji kelayakan proposal disertasi sebelum mahasiswa memasuki proses penelitian.

Sepuluh peserta yang mengikuti kolokium masing-masing H. Syaharuddin Alrif, Herwin, Adli Lukman, dr. Eddy Arsyad, Hj. Ema Amaliah, Ahmad, Andi Mulyadi, Kamaruddin Sellang, Uli Nuha, dan M. Hatta. Mereka mempresentasikan rancangan penelitian di hadapan tim guru besar dan penguji guna memperoleh masukan terkait penguatan teori, metodologi, serta kebaruan penelitian.

Kolokium dipimpin Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., didampingi Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Andi Astinah Adnan, S.S., serta tim guru besar yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Nurjannah Nonci, Prof. Dr. Muliani, S.M., M.Si., dan Prof. Dr. Apriana Toding, M.Eng.Sc., Ph.D. Turut hadir sebagai penguji Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir.

Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, mengatakan kolokium merupakan mekanisme akademik untuk memastikan setiap disertasi memiliki kualitas ilmiah yang kuat serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Administrasi Publik.

"Kolokium bukan sekadar presentasi proposal, tetapi ruang akademik untuk menguji ketajaman berpikir, memperkuat metodologi, dan memastikan setiap penelitian memiliki kebaruan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan tata kelola pemerintahan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, menegaskan bahwa setiap calon doktor dituntut menghasilkan penelitian yang relevan dengan tantangan administrasi publik saat ini. 

"Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh masukan langsung dari para profesor sehingga penelitian yang dilakukan lebih terarah, memiliki kualitas akademik yang tinggi, dan memberikan manfaat bagi pengembangan kebijakan publik," katanya.

Selama kolokium berlangsung, para peserta mendapat berbagai catatan dan rekomendasi dari tim penguji. Isu yang diangkat dalam proposal disertasi mencakup reformasi birokrasi, transformasi digital pemerintahan, tata kelola kolaboratif, inovasi pelayanan publik, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan kebijakan publik.

Kolokium disertasi tersebut menjadi lanjutan dari rangkaian akademik Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang setelah pelaksanaan Ujian Prelium sehari sebelumnya. Melalui tahapan ini, universitas berharap para mahasiswa mampu menghasilkan disertasi yang memenuhi standar akademik, memiliki nilai kebaruan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik penyelenggaraan pemerintahan,

(https://parepos.fajar.co.id/2026/07/19/profesor-ums-rappang-bedah-proposal-disertasi-10-calon-doktor-administrasi-publik/?page=all)