
Pembekalan PLP 1 FKIP: Ketua Prodi Seni Kuliner Sampaikan Materi Pembelajaran Mendalam
SIDRAP
— Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah
Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar kegiatan pembekalan Program Latihan
Profesi (PLP) 1 dengan tema “Guru Masa Depan: Mengenali Dinamika dan Budaya
Sekolah”.
Kegiatan
ini bertujuan membekali mahasiswa sebelum mereka menjalani praktik pengalaman
lapangan di sekolah mitra.
Acara
dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, yang dalam sambutannya
menekankan pentingnya penguatan identitas profesional guru sejak dini. Ia
mendorong mahasiswa untuk menjalani PLP 1 sebagai pengalaman belajar yang penuh
makna dan sebagai langkah awal membangun kompetensi sebagai calon pendidik masa
depan.
“Mahasiswa
FKIP adalah calon guru yang akan menjadi agen perubahan di masa depan. Maka,
sejak awal perlu ditanamkan kesadaran untuk memahami dinamika sekolah secara
utuh, baik dari sisi budaya, lingkungan, maupun pendekatan pembelajaran,” tutur
WR I.
Salah satu materi utama dalam kegiatan pembekalan ini disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan pengajar pembelajaran bagi SMK di Sulawesi Selatan. Ia membawakan materi bertajuk “Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)”, yang menjadi sorotan dalam sesi pembekalan.
Dalam
pemaparannya, Damayanti memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai
prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran mendalam, yakni berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan.
Ia
menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam harus mendorong siswa tidak hanya
memahami secara kognitif, tetapi juga secara afektif dan psikomotorik.
“Pembelajaran
yang baik adalah pembelajaran yang menyentuh hati, menggugah rasa ingin tahu,
dan memunculkan kesadaran belajar dari dalam diri siswa. Guru harus mampu
menciptakan suasana belajar yang tidak hanya efektif, tapi juga menyenangkan
dan penuh makna,” ujarnya.
Lebih
lanjut, mahasiswa juga diberi pengalaman belajar untuk memahami,
mengaplikasikan, dan merefleksi konsep-konsep pembelajaran tersebut. Pendekatan
ini dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu
menerapkannya secara nyata dalam praktik mengajar nantinya.
Para
mahasiswa merespons positif materi ini. Mereka merasa lebih siap secara mental
dan pedagogis untuk menghadapi tantangan di sekolah.
“Saya
jadi paham bahwa pembelajaran bukan sekadar menyampaikan materi, tapi
menciptakan pengalaman belajar yang menyentuh dan bermakna bagi siswa,” ungkap
salah satu peserta PLP 1.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan mahasiswa FKIP UMS Rappang dapat menjalani PLP 1 dengan kesiapan yang lebih matang, memahami dinamika sekolah secara lebih mendalam, dan mampu menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang reflektif dan kontekstual.
Artikel Lainnya :
- Tiba di Taiwan, Mahasiswa Seni Kuliner Siap Jalani Praktik Kerja Industri selama 1 Tahun
- Suasana Haru Warnai Pelepasan Magang Industri Internasional Taiwan oleh WR3, Orangtua Bangga
- FISIP UMS Rappang Mantapkan RAPB 2025–2026, Surplus Anggaran Jadi Modal Optimisme
- Dosen UMS Rappang Pacu Ekonomi Sidrap Lewat Budidaya Ikan Nila
- Jurnal JIKAN UMS Rappang Siap Tempuh Reakreditas Nasional